Manajemen Pelayanan Khusus dan Fasilitas Rumah Sakit
Rencana Pembelajaran Semester (RPS)
Deskripsi Mata Kuliah
Informasi Umum
Dr. dr. Merita Arini, MMR
2026/2027
05 June 2026
Detail Deskripsi
Mata Kuliah Manajemen Pelayanan Khusus & Fasilitas RS merupakan mata kuliah wajib pada Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit yang membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis dan manajerial dalam mengelola unit pelayanan khusus dan fasilitas rumah sakit sebagai pusat mutu, keselamatan, dan nilai tambah organisasi. Mata kuliah ini membahas pengelolaan layanan klinis dan penunjang (IGD, kamar operasi, perawatan intensif, farmasi, instalasi gizi, layanan rohani, fasilitas inklusif, serta penunjang non-medis), termasuk pengembangan arsitektur, infrastruktur, dan sistem MEP menuju smart hospital yang aman, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai Islam serta prinsip inklusivitas. Pembelajaran diarahkan untuk menghasilkan luaran berupa rekomendasi kebijakan dan model pelayanan bernilai tambah berbasis analisis kasus nyata. Mata kuliah ini tidak memiliki prasyarat khusus, namun memerlukan pemahaman awal tentang manajemen rumah sakit dan mutu pelayanan kesehatan, serta mendukung mata kuliah lanjutan seperti manajemen strategis RS, smart hospital, dan pengembangan layanan unggulan rumah sakit.
Materi Pembelajaran
BK 6: Manajemen Pelayanan Kesehatan Islami
BK 8: Manajemen Keperawatan
BK 13: Tata Kelola Klinis
BK 21: Sistem Manajemen Gedung RS
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)
Daftar Seluruh CPL Prodi
Total 6 CPLMenganalisis teori dan konsep manajemen serta nilai Islam sebagai dasar pengambilan keputusan strategis di rumah sakit.
Mengevaluasi kinerja dan daya saing rumah sakit berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal berbasis bukti.
Merumuskan solusi terhadap masalah manajerial rumah sakit melalui kolaborasi lintas profesi dan pendekatan ilmiah.
Menyusun dan menyajikan hasil kajian ilmiah dalam format akademik, profesional, dan digital.
Menciptakan inovasi manajerial yang meningkatkan mutu dan efisiensi pengelolaan rumah sakit menuju smart hospital.
Mengembangkan sistem pelayanan berbasis teknologi untuk memperkuat efektivitas dan integrasi layanan rumah sakit.
CPL Terpilih
Menganalisis teori dan konsep manajemen serta nilai Islam sebagai dasar pengambilan keputusan strategis di rumah sakit.
Mengevaluasi kinerja dan daya saing rumah sakit berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal berbasis bukti.
Merumuskan solusi terhadap masalah manajerial rumah sakit melalui kolaborasi lintas profesi dan pendekatan ilmiah.
Menciptakan inovasi manajerial yang meningkatkan mutu dan efisiensi pengelolaan rumah sakit menuju smart hospital.
Mengembangkan sistem pelayanan berbasis teknologi untuk memperkuat efektivitas dan integrasi layanan rumah sakit.
Data CPL disinkronkan dari standar kurikulum Program Studi. Pastikan total bobot CPL pada mata kuliah ini mencapai 100%.
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
Pemetaan CPMK terhadap CPL
CPMK merupakan penjabaran dari CPL yang dibebankan pada mata kuliah ini. Tampilan bersifat read-only.
CPMK 1.1
Mampu menganalisis penerapan layanan RS berbasis nilai Islam dalam mendukung mutu layanan dan kualitas hidup pasien
CPMK 1.1
Mahasiswa mampu menganalisis teori entrepreneurship, social entrepreneurship, intrapreneurship, pemberdayaan masyarakat kesehatan, manajemen strategis rumah sakit, dan nilai Islam sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan layanan rumah sakit.
CPMK 1.1
Mahasiswa mampu menganalisis konsep dasar akuntansi, karakteristik rumah sakit sebagai entitas akuntansi, elemen laporan keuangan, dan nilai Islam dalam pengelolaan keuangan rumah sakit yang transparan, akuntabel, adil, dan menghindari pemborosan..
CPMK 1.1
Mahasiswa mampu mengevaluasi konsep manajemen keuangan strategis rumah sakit, kebijakan keuangan, agency theory, serta prinsip keuangan konvensional dan syariah sebagai dasar pengambilan keputusan strategis yang berlandaskan nilai Islam.
CPMK 1.1.
Mampu menganalisis sistem manajemen mutu rumah sakit berbasis continuity of care, CQI, patient-centered care, dan indikator mutu sesuai standar akreditasi RS
CPMK 1.2.
Mampu mengintegrasikan prinsip dan standar rumah sakit syariah, audit medis, serta praktik klinis-keperawatan Islami dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien. |
CPMK 1 .1
Mahasiswa mamahami Pengetahuan Tentang Konsep Manajemen Bencana, tahapan manajemen bencana, peran dan tanggung jawab rumah sakit.
CPMK 1.1
Mampu menghasilkan nilai tambah dalam proses pengelolaan fasilitas pelayanan kesehatan perseorangan/rumah sakit melalui penerapan fungsi manajemen, prinsip bisnis dan pelayanan berdasarkan nilai-nilai islami
CPMK 1
Mampu menganalisis penerapan medical liability dan kebijakan kesehatan pada era BPJS Kesehatan dalam pengambilan keputusan manajerial yang mempertimbangkan aspek etika, regulasi, dan nilai Islam. |
CPMK 1.1
Mahasiswa mampu menganalisis konsep akreditasi rumah sakit, STARKES 2022, dan Good Clinical Governance sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
CPMK 1.2
Mahasiswa mampu menyusun rekomendasi strategis pemenuhan standar akreditasi rumah sakit berdasarkan prinsip manajemen, tata kelola klinis yang baik, dan kebutuhan organisasi rumah sakit.
CPMK 1.1
Mampu menjelaskan tentang urgensi dan persyaratan dan tata cara sertifikasi Rumah sakit Syariah
CPMK 1.2
Mahasiswa mampu menganalisis masalah kesehatan masyarakat, kebutuhan pasien, kebutuhan komunitas, serta peluang inovasi layanan rumah sakit berbasis mutu, efisiensi, keberlanjutan, dan kemaslahatan.
CPMK 1.1
Menjelaskan konsep, filosofi, tujuan, prinsip, dan regulasi akreditasi pelayanan kesehatan primer dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
CPMK 1.1
Mahasiswa mampu menganalisis konteks rumah sakit melalui orientasi, hospital tour, telaah profil, visi, misi, strategi, program kerja, nilai Islam, dan logbook residensi.
CPMK 1 .1
Mahasiswa mampu menganalisis konsep manajemen strategik rumah sakit serta mengintegrasikan nilai Islam, etika, dan tata kelola dalam pengambilan keputusan strategis.
CMPK 2.1
Mampu melakukan analisis data penelitian kuantitatif, kualitatif, dan mixed method sesuai rancangan penelitian, termasuk penggunaan software analisis dalam bidang manajemen administrasi rumah sakit.
CPMK 2.1
Mampu menjelaskan hasil kajian kritis dan analitik tentang perumahsakitan dan mampu menjelaskan tentang pelaksanaan PPI di rumah sakit
CPMK 2.1
Mampu merumuskan alternatif strategi peningkatan fasilitas RS yang inklusif berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal
CPMK 2.2
Mahasiswa mampu menerapkan dan menganalisis prosedur pencatatan akuntansi untuk elemen laporan keuangan rumah sakit, termasuk kas, piutang, persediaan, aktiva tetap, rekonsiliasi kas/bank, siklus akuntansi, dan penyusunan laporan keuangan dasar.
CPMK 2.3
Mahasiswa mampu mengevaluasi informasi keuangan rumah sakit melalui analisis modal kerja, perilaku biaya, Break-Even Point, dan anggaran kas sebagai dasar pengambilan keputusan manajerial berbasis bukti, efisien, dan berkelanjutan.
CPMK 2.1
Mahasiswa mampu mengevaluasi lingkungan eksternal, lingkungan internal, kinerja, dan daya saing rumah sakit berbasis data dan bukti.
CPMK 2.2
Mahasiswa mampu mengevaluasi kinerja keuangan rumah sakit melalui analisis piutang, persediaan, laporan keuangan, penganggaran modal, investasi, pendanaan, dan dividen berbasis data/bukti.
CPMK 2.1.
Mampu mengevaluasi tata kelola dan kinerja Instalasi Laboratorium dan Radiologi berbasis akreditasi RS, Â dalam mendukung layanan penunjang diagnostik yang efektif dan berorientasi pasien.
CPMK 2.1
Evaluasi Kesiapan Tanggap Darurat
CPMK 2.1
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar pemasaran digital rumah sakit dalam meningkatkan kinerja dan daya saing rumah sakit.
CPMK 2.2
Mahasiswa mampu menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi strategi pemasaran digital rumah sakit |
CPMK 2.3
Mahasiswa mampu menggunakan data dan bukti untuk mengevaluasi kinerja pemasaran digital rumah sakit.
CPMK 2.1
Mampu menyelaraskan antara individu dan pengelolaan fasilitas pelayanan kesehatan perseorangan/rumah sakit sesuai dengan standar etika dan profesi dengan cara membangun kompetensi individu
CPMK 2.1
Mahasiswa mampu menganalisis faktor internal dan eksternal layanan primer dengan pendekatan Evidence Based Management Practice untuk mendukung sustainability organization.
CPMK 2
Mampu mengevaluasi penerapan kebijakan global budgeting, regulasi kesehatan, legalitas rumah sakit/klinik, Evidence Based Management Practice, knowledge management, dan telemedicine sebagai faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kinerja dan daya saing rumah sakit.
CPMK 2.1
Mahasiswa mampu merumuskan prioritas perbaikan kinerja rumah sakit berdasarkan hasil evaluasi standar akreditasi, Good Clinical Governance, dan data berbasis bukti.
CPMK 2.1
Melakukan sintesis analisis faktor internal dan eksternal rumah sakit menggunakan kerangka teori manajemen strategis dan pemasaran kesehatan
CPMK 2.1
Mampu menjelaskan tentang Falsafah, Visi-Misi dan
kode etik Rumah sakit syariah
CPMK 2.2
Menggunakan Evidence-Based Management Practice untuk merumuskan keputusan pemasaran berbasis bukti yang mendukung keberlanjutan organisasi
CPMK 2.1
Mahasiswa mampu menganalisis kasus manajerial atau mutu melalui pendekatan FMEA/RCA atau refleksi kasus visitasi RS serta merumuskan rekomendasi perbaikan berbasis bukti.
CMPK 3.1
Mampu menguasai filsafat ilmu, teori, dan konsep penelitian kuantitatif dan kualitatif, serta menjelaskan paradigma, desain, instrumen, teknik analisis data, dan karakteristik metodologi dalam konteks manajemen administrasi rumah sakit.
CPMK 3.2
Mampu menguasai teori, konsep, serta kelebihan dan keterbatasan penelitian mixed method dan implementation research, serta menjelaskan prinsip, pendekatan, dan aplikasi keduanya dalam bidang manajemen administrasi rumah sakit.
CPMK 3.1
Mampu merumuskan model pelayanan RS yang holistik dan inklusif melalui kolaborasi lintas profesi berbasis pendekatan ilmiah.
CPMK 3.1
Mahasiswa mampu merumuskan strategi rumah sakit berbasis SWOT, TOWS, dan Balanced Scorecard untuk menyelesaikan masalah manajerial secara kolaboratif.
CPMK 3.3
Mahasiswa mampu merumuskan solusi manajerial atas kasus keuangan rumah sakit melalui analisis persediaan, investasi, penganggaran, laporan keuangan, unit cost, tarif, dan pembiayaan kesehatan.
CPMK 3.1.
Mampu merumuskan strategi keselamatan pasien berbasis budaya keselamatan, untuk pencegahan risiko pelayanan rumah sakit
CPMK 3.1
Mahasiswa mengembangkan Hospital Disaster, Evaluasi Perbaikan dan berkelanjutan
CPMK 3.1
Mampu membangun iklim dan budaya organisasi untuk beradaptasi dan mentransformasi seluruh elemen organisasi melalui kepemimpinan yang efektif (team leadership dan drive result)
CPMK 3.1
Mahasiswa mampu menerapkan hasil kajian kritis dan analisis akreditasi layanan primer dalam penyelesaian masalah perumahsakitan, serta proses pengambilan keputusan melalui kolaborasi inter, multi, dan trans-disiplin.
CPMK 3
Mampu mengevaluasi dan merumuskan strategi penyelesaian masalah manajerial rumah sakit melalui medical advocacy, penyusunan dokumen legal, dan contract drafting secara kolaboratif dan berbasis bukti. |
CPMK 3.1
Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah manajerial dan klinis yang menghambat pemenuhan standar akreditasi rumah sakit melalui analisis akar masalah berbasis data
CPMK 3.2
Mahasiswa mampu menyusun rencana tindak lanjut akreditasi yang memuat masalah prioritas, tujuan, kegiatan, penanggung jawab, indikator keberhasilan, waktu pelaksanaan, dan mekanisme evaluasi
CPMK 3.1
Mampu menjelaskan tentang Standar dan Instrumen Sertifikasi Rumah Sakit Syariah, pedoman perilaku dokter dan perawat di RS Syariah
CPMK 3.1
Mampu menjelaskan jenis mikroorganisme penyebab infeksi rumah sakit, cara pengendalian, epidemiologi, upaya pencegahan dalam mutu dan akreditasi, konsep penyakit infeksi, serta penggunaan obat, antiseptik, dekontaminasi, dan desinfektan di rumah sakit
CPMK 3.2
Mampu menjelaskan tentang surveilen dan KLB di rumah sakit, kewaspadaan isolasi, manajemen pengendalian infeksi (MPI) di kamar Operasi, ICU dan rawat inap serta pengelolaan gizi dalam pengendalian infeksi di RS dan suveilen antibiotika
CPMK 3.3
Mampu merumuskan masalah penelitian secara sistematis dan menentukan metode penelitian yang sesuai (kuantitatif, kualitatif, mixed method, atau implementation research) dalam bidang administrasi rumah sakit.
CPMK 3.4
Mampu menyusun rencana penelitian yang mencakup kerangka teori, kerangka konsep, dan hipotesis penelitian yang relevan dengan permasalahan dan tujuan penelitian administrasi rumah sakit.
CPMK 3.1.
Mampu mengembangkan karya ilmiah berdasarkan berbagai pendekatan penelitian untuk mendukung perumusan solusi masalah kesehatan dan manajerial rumah sakit.
CPMK 3.2.
Mampu mengembangkan karya ilmiah berbasis pemanfaatan data dan perkembangan ilmu pengetahuan untuk mendukung pengambilan keputusan di bidang kesehatan
CPMK 3.1
Mahasiswa mampu melakukan observasi, wawancara, dan analisis kegiatan manajemen, kepemimpinan, layanan unggulan, serta sistem IT/SIMRS menuju smart hospital.
CPMK 5.1
Mampu merumuskan model layanan RS yang menghasilkan nilai tambah dalam pengelolaan unit khusus dan penunjang RS menuju smart hospital
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu mengevaluasi integrasi nilai Islam, karakteristik RS syariah dan BLU, manajemen risiko ISO 31000:2018, serta strategi ICT/IoT menuju Smart Hospital. |
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu mengidentifikasi tantangan, peluang, serta aspek regulasi dan etika dalam implementasi digitalisasi rumah sakit.
CPMK 5.2
Mahasiswa mampu merancang strategi penerapan teknologi digital di rumah sakit berbasis patient-centered care dan evidence-based management.
CPMK 5.1.
Mampu mengevaluasi efisiensi proses pelayanan dan kebutuhan teknologi rumah sakit menuju inovasi smart hospital.
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu menerapkan rencana Strategis Mitigasi Bencana, Analisis Kerentanan dan Risiko
CPMK 5.1
Mampu membangun komunikasi sebagai manajer/leader fasilitas pelayanan kesehatan dalam melakukan advokasi, negosiasi (mediasi) sehingga berhasil membangun kemitraan secara berkesinambungan dengan pemangku kepentingan
CPMK 5.2
Mampu menerapkan kepemimpinan dan manajemen perubahan dalam membangun serta mengelola rumah sakit, termasuk menganalisis kasus leadership secara terpadu untuk merumuskan rekomendasi kebijakan
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu menghasilkan nilai tambah dalam pengelolaan layanan primer yang berorientasi pada transformasi menuju smart hospital.
CPMK 5.1
Mengintegrasikan prinsip manajemen mutu, pemasaran strategis, dan inovasi teknologi untuk menciptakan nilai tambah dalam pengelolaan rumah sakit
CPMK 5.2
Merancang strategi inovatif yang mendukung pengembangan rumah sakit menuju smart hospital secara efektif dan berkelanjutan
CPMK 5.3
Mengembangkan model bisnis dan layanan berbasis digital untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi operasional rumah sakit
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu merancang model inovasi manajerial PPI yang terintegrasi dengan mutu, keselamatan pasien, dan akreditasi, guna meningkatkan efisiensi dan kinerja rumah sakit
CPMK 5.2
Mahasiswa mampu mengembangkan rancangan sistem PPI berbasis digital (misalnya surveilans HAIs, dashboard mutu, atau kebijakan PPI terintegrasi SIMRS) sebagai bagian dari implementasi smart hospital
CMPK 5.1
Mahasiswa mampu merancang inovasi manajerial berbasis entrepreneurship dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan mutu, efisiensi, akses layanan, pengalaman pasien, serta keberlanjutan rumah sakit.
CPMK 5.2
Mahasiswa mampu mengembangkan model program rumah sakit berbasis pemberdayaan masyarakat dan teknologi digital untuk mendukung transformasi menuju smart hospital.
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu menganalisis praktik pemasaran digital rumah sakit dan menyusun kajian ilmiah yang memuat identifikasi masalah, analisis data digital, pembahasan, dan rekomendasi perbaikan.
CPMK 5.2
Mahasiswa mampu mempresentasikan hasil kajian pemasaran digital rumah sakit
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu mengidentifikasi peluang inovasi manajerial untuk memperkuat implementasi standar akreditasi, Good Clinical Governance, mutu pelayanan, dan keselamatan pasien.
CPMK 5.2
Mahasiswa mampu merancang inovasi berbasis digital untuk mendukung akreditasi rumah sakit, seperti e-document akreditasi, dashboard indikator mutu, sistem pelaporan insiden, dan monitoring tindak lanjut perbaikan.
CPMK 5.4
Mahasiswa mampu merancang rekomendasi inovasi manajerial keuangan yang meningkatkan efisiensi, kendali biaya, mutu layanan, keberlanjutan keuangan, dan transformasi rumah sakit menuju smart hospital.
CPMK 5.1
Mengembangkan inovasi tata kelola dan digitalisasi untuk mendukung implementasi rumah sakit syariah
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu mengevaluasi dokumen akreditasi, mutu, keselamatan pasien, PPI, telusur lapangan, dan praktik tata kelola klinis/manajerial di rumah sakit
CPMK 6.1
Mampu menetapkan arah strategis pengembangan sistem dan infrastruktur pelayanan RS berbasis teknologi untuk mendukung efektivitas, integrasi, dan keberlanjutan layanan.
CPMK 6.1
Mahasiswa mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang digitalisasi rumah sakit Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), Rekam Medis Elektronik (EMR), serta integrasi data kesehatan di lapangan.
CMPK 6.2
Mahasiswa mampu mengevaluasi efektivitas penggunaan teknologi digital dalam mendukung keselamatan pasien, efisiensi operasional, dan pengambilan keputusan klinis maupun manajerial
CPMK 6.1
Mahasiswa mampu menyusun, mempresentasikan, dan mempertanggungjawabkan dokumen rencana strategis rumah sakit serta business plan atau feasibility study unit layanan rumah sakit secara profesional. |
CPMK 6.1
Mampu menerapkan literasi digital berbasis teknologi dalam pengembangan gagasan akademik bidang manajemen rumah sakit.
CPMK 6.1
Mahasiswa mampu merumuskan strategi pemasaran digital rumah sakit yang relevan dengan kebutuhan pasar, prioritas layanan, target pasien, kapasitas sumber daya, etika promosi kesehatan, dan tujuan manajerial rumah sakit.
CPMK 6.2
Mahasiswa mampu menyusun dan menyajikan rekomendasi program pemasaran digital rumah sakit dalam format akademik dan digital yang memuat prioritas program, indikator keberhasilan, kebutuhan sumber daya, risiko, serta rencana evaluasi.
CPMK 6.1
Mampu merancang rekomendasi pengembangan sistem pelayanan berbasis teknologi informasi berdasarkan hasil residensi untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan integrasi layanan rumah sakit.
Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (Sub-CPMK)
Sub-CPMK 1.1.1
Mampu menganalisis manajemen dan pelayanan instalasi gizi RS berbasis nilai Islam dan halal dalam mendukung mutu dan keselamatan pasien
Sub-CPMK 0
Sub-CPMK 2.1.1
Mampu merancang rekomendasi pengembangan fasilitas rumah sakit yang inklusif berdasarkan hasil analisis dan evaluasi
Sub-CPMK 3.1.1
Mampu merancang rekomendasi manajerial pelayanan RS yang inklusif berbasis kolaborasi lintas profesi.
Sub-CPMK 3.1.2
Mampu merancang integrasi layanan rohani rumah sakit dalam model holistic and compassionate care.
Sub-CPMK 5.1.1
Mampu merumuskan model pelayanan bernilai tambah dalam pengelolaan Instalasi Gawat Darurat RS
Sub-CPMK 5.1.2
Mampu merumuskan model pelayanan bernilai tambah dalam pengelolaan kamar operasi RS
Sub-CPMK 5.1.3
Mampu merumuskan model pelayanan bernilai tambah dalam pengelolaan instalasi perawatan intensif RS
Sub-CPMK 5.1.4
Mampu merumuskan model pelayanan bernilai tambah dalam pengelolaan instalasi penunjang non-medis RS yang smart
Sub-CPMK 5.1.5
Mampu merumuskan model pelayanan bernilai tambah dalam pengelolaan instalasi farmasi RS
Sub-CPMK 6.1.1
Mampu menetapkan kebijakan dan prioritas pengembangan arsitektur, infrastruktur, dan bangunan RS yang aman dan berkelanjutan dalam mendukung sistem pelayanan.
Sub-CPMK 6.1.2
Mampu menetapkan kebijakan dan prioritas pengembangan sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) RS yang aman dan berkelanjutan dalam mendukung sistem pelayanan
Rencana Kegiatan Pembelajaran
Distribusi capaian, metode, dan penilaian selama 1 semester
|
Minggu ke |
Kemampuan Akhir (Sub-CPMK) |
Penilaian |
Bentuk / Strategi Pembelajaran (Metode & Tugas) |
Materi Pembelajaran |
Bobot Penilaian (%) |
|||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Indikator | Kriteria & Teknik | Luring | Daring | |||||
|
1
|
Sub-CPMK 0
|
Ketepatan menjelaskan:
|
|
Kuliah 1x50” |
|
Kontrak belajar; Penjelasan RPS |
0%
|
|
|
2
|
Sub-CPMK 1.1.1
Mampu menganalisis manajemen dan pelayanan instalasi gizi RS berbasis nilai Islam dan halal dalam mendukung mutu dan keselamatan pasien |
|
Kriteria: Ketepatan analisis konsep; Kejelasan dan koherensi argumen; Relevansi dengan konteks RS Halal |
Studi Mandiri Dokumen & Regulasi: Mahasiswa membaca Pedoman Pelayanan Gizi RS (Kemenkes 2013) &Pedoman RS Syariah & Halal MUI |
Kuliah interaktif:Â Kuliah (Sinkron, 2Ă—50 menit): discovery learning |
A. Sistem Penjaminan Halal (Halal Assurance System) dalam Pelayanan Rumah Sakit Konsep dan prinsip Halal Assurance System (HAS) dalam pelayanan rumah sakit; Integrasi HAS dengan tata kelola layanan, keselamatan pasien, dan manajemen risiko RS; Critical halal points dalam proses pelayanan RS (dapur, farmasi, logistik, layanan penunjang); Implikasi HAS terhadap kepercayaan pasien, reputasi organisasi, dan keberlanjutan bisnis RS B. Manajemen Instalasi Gizi Rumah Sakit dan Layanan Gizi Halal Bernilai Tambah Sertifikasi & Manajemen Instalasi Gizi & Gizi Halal; Safety & Mutu pelayanan gizi; Best Practices Bisnis Layanan Gizi Halal RS-RS Muhammadiyah; Etika & nilai Islami dalam pelayanan gizi RS |
5%
|
|
|
3
|
Sub-CPMK 3.1.2
Mampu merancang integrasi layanan rohani rumah sakit dalam model holistic and compassionate care. |
|
Kriteria: ketepatan konsep, kejelasan argumen, relevansi dengan nilai Islami & regulasi |
Belajar mandiri standar ayanan rohani dan akhir hayat RS (SNARS, JCI, WHO) |
Kuliah panel interaktif (3Ă—50 menit): discovery learning Pembicara I: Prof. Erna Rochmawati, Ph.D. Pembicara II: Pembicara III: Rian Tanjung (SIBERMU) |
Seminar: Layanan Rohani Rumah Sakit berbasis Nilai Islami melalui Holistic dan Compassionate Care A. Layanan Rohani di RS Konsep & peran layanan rohani dalam RS; Nilai-nilai Islam dalam layanan pasien; Standar layanan rohani (akreditasi RS & syariah); Integrasi spiritual care dalam PCC B. Implementasi Pengelolaan Palliative Care di RS Definisi, tujuan, dan lingkup palliative care; Peran tim interprofesi (dokter, perawat, rohaniawan, keluarga); Dukungan spiritual & komunikasi dengan pasien/keluarga; Quality of Life (QoL) pada pasien terminal; Advanced End of Life Planning (AEOLP) C. Etika & Hukum terkait Layanan Akhir Hayat Prinsip etika kedokteran dalam perawatan akhir hayat [Advanced End of Life Planning (AEOLP), Do Not Resuscitate (DNR)]; Isu euthanasia & perspektif Islam; Regulasi & hukum kesehatan Indonesia terkait keputusan akhir hayat |
7%
|
|
|
4
|
Sub-CPMK 3.1.1
Mampu merancang rekomendasi manajerial pelayanan RS yang inklusif berbasis kolaborasi lintas profesi. |
|
Kriteria: kejelasan konsep, relevansi rekomendasi dengan standar inklusif, keterkaitan rekomendasi dengan praktik di RS |
Membaca pedoman WHO/ Kemenkes tentang pelayanan inklusif |
Dr. dr. Merita Arini, MMR. |
Kuliah: Manajemen Pelayanan Rumah Sakit yang Inklusif A. Konsep inklusivitas RS & kebijakan global Prinsip layanan inklusif, universal design, akses setara; Urgensi manajemen pelayanan kesehatan inklusif; Hambatan struktural & sistemik; Integrasi inclusive care pathways & telehealth inklusif B. Pelayanan ramah difabel, sensitif gender, & responsif budaya Akses fisik & komunikasi difabel; Layanan sensitif gender & kelompok rentan; Responsivitas budaya & bahasa pasien; Pendekatan intersectionality & implementasi teknologi C. Standar & regulasi akreditasi inklusif Standar akreditasi terkait akses inklusif; Regulasi Kemenkes tentang faskes inklusif; Indikator inklusi dalam akreditasi, transparansi capaian, kaitan dengan UHC (Universal Health Coverage) D. Studi kasus RSÂ Praktik adaptasi fasilitas, SDM, dan prosedur inklusif; Tantangan & hambatan implementasi di lapangan; Dampak pada kepuasan pasien & akses layanan; Kolaborasi dengan organisasi difabel & program hospital tour inklusif sebagai edukasi publik |
8%
|
|
|
5
|
Sub-CPMK 2.1.1
Mampu merancang rekomendasi pengembangan fasilitas rumah sakit yang inklusif berdasarkan hasil analisis dan evaluasi |
|
Kriteria: kejelasan deskripsi elemen fasilitas inklusif, kedalaman refleksi kritis pengalaman FST, keterkaitan dengan standar RS inklusif, keterbacaan artikel publik, partisipasi aktif di lapangan Teknik: observasi lapangan, penilaian artikel UGC refleksi pembelajaran |
Field Site Teaching ke RS best practices inklusif (3Ă—50 menit)
|
Dr. dr. Merita Arini, MMR. |
FST: Praktik Baik Mengembangkan RS yang Inklusif Kebijakan & tata kelola RS; Perencanaan & monitoring–evaluasi inklusi RS; Fasilitas fisik (universal design & aksesibilitas); Inovasi & teknologi untuk inklusi; Budaya & SDM inklusif di RS; Sistem evakuasi & manajemen bencana inklusif; Komunikasi & informasi inklusif; Pengalaman pasien & mekanisme feedback |
10%
|
|
|
6
|
Sub-CPMK 6.1.1
Mampu menetapkan kebijakan dan prioritas pengembangan arsitektur, infrastruktur, dan bangunan RS yang aman dan berkelanjutan dalam mendukung sistem pelayanan. |
|
Kriteria: ketepatan konsep, kedalaman analisis, relevansi dengan standar Teknik: diskusi kelas, kuis mandiri, penilaian tugas ringkasan literatur |
Membaca dokumen WHO Safe Hospital Index, Permen PUPR 14/2017, SNI 8153:2015 |
|
Green Arsitektur dan Manajemen Sarana Prasarana Rumah Sakit yang Aman & Berkelanjutan A. Green Arsitektur RS Prinsip green building untuk RS (efisiensi energi, air, material ramah lingkungan); Standar & rating system (EDGE, Greenship, LEED untuk RS) B. Healing Environment Desain ruang rawat: cahaya alami, ventilasi, akustik, lanskap hijau; Dampak lingkungan fisik pada penyembuhan pasien; Integrasi aspek spiritual & budaya dalam desain RS C. Bangunan RS Aman Bencana (Safe Hospital) WHO Safe Hospital Index; Mitigasi risiko bencana (gempa, banjir, kebakaran); Jalur evakuasi & sistem peringatan dini D. Infrastruktur RS Berkelanjutan (non-MEP) Tata ruang, sirkulasi pasien & staf, zonasi fungsional RS; Desain aksesibilitas & universal design E. Manajemen Sarana dan Prasarana RS Perencanaan, pemeliharaan, dan audit sarpras RS; K3 & patient safety dalam sarana prasarana |
10%
|
|
|
7
|
Sub-CPMK 6.1.2
Mampu menetapkan kebijakan dan prioritas pengembangan sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) RS yang aman dan berkelanjutan dalam mendukung sistem pelayanan |
|
Kriteria:Â Ketepatan konsep dasar; Kedalaman analisis terhadap standar; Relevansi kebijakan dan prioritas yang ditetapkan Teknik: diskusi kelas |
Daring (Belajar Mandiri): Membaca literatur tentang Smart Hospital & MEP RS |
Kuliah interaktif: Kuliah interaktif mengenai konsep dasar & perencanaan MEP RS (3Ă—50 menit); Diskusi kelompok tentang standar MEP (safety, lingkungan, keberlanjutan); Discovery learning Ir. Agus Jamal, M.Eng., IPM. |
Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP) Rumah Sakit: Konsep Aman dan Berkelanjutan Konsep dasar mekanikal, elektrikal, plumbing (MEP) dalam RS; Perencanaan MEP berkelanjutan (daur ulang, pengolahan limbah, gas medis); Standar MEP RS (nasional & internasional); Pemeliharaan MEP RS untuk keamanan & efisiensi; Evaluasi & pengembangan MEP dalam konsep Smart Hospital |
10%
|
|
|
8
|
Sub-CPMK 5.1.1
Mampu merumuskan model pelayanan bernilai tambah dalam pengelolaan Instalasi Gawat Darurat RS |
|
Kriteria:Â ketepatan konsep; kedalaman analisis; relevansi dengan standar RS; inovasi pelayanan bernilai tambah Teknik: diskusi interaktif, contextual learning (kasus IGD) |
Belajar mandiri: Standar akreditasi RS & regulasi RS terkait IGD |
Kuliah interaktif 3x50” Contextual learning Dr. dr. Ekorini Listiowati MMR. |
Manajemen Unit Khusus: IGD Fungsi utama IGD; Manajemen SDM IGD: struktur organisasi, job description, inter-profesi collaboration & PCC, jenjang karir, remunerasi; Alur layanan Instalasi Rawat Jalan: SOP, clinical pathway, triase; Tools utama dalam layanan IGD; Mutu IGD dan akreditasi versi JCI & akreditasi lainnya; PPI IGD; Indikator-indikator mutu Instalasi Gawat Darurat; Rancangan Program Kerja IGD; Standar ruangan IGD; Manajemen & tata ruang layanan komprehensif IGD-OK-lab/diagnostik dll (misal kasus OBSGYN, PONEK, dll); Inklusifitas dalam layanan IGD; Inovasi teknologi, mengembangkan value added dan layanan unggulan IGD |
7%
|
|
|
9
|
Sub-CPMK 5.1.2
Mampu merumuskan model pelayanan bernilai tambah dalam pengelolaan kamar operasi RS |
|
Kriteria: ketepatan konsep, kedalaman analisis, keterkaitan dengan standar RS Teknik: diskusi interaktif, contextual learning, kuis kelas |
Membaca pedoman kamar operasi dan standar akreditasi (JCI, KARS) |
dr. Arief Budiman, Sp.BA (Kuliah Umum 120 Menit) |
Penerapan Smart Hospital di kamar operasi untuk meningkatkan Value Added Layanan Inovasi teknologi & sistem informasi kamar operasi; Pedoman penyelenggaraan pelayanan kamar operasi; Prinsip manajemen ruang operasi: pra, intra, dan post operasi; Manajemen SDM kamar operasi (struktur organisasi, job description, interprofesi, PCC); Quality Assurance & manajemen mutu kamar operasi (JCI & akreditasi nasional); Patient safety di kamar operasi (safe surgery, PPI); Inter-professional collaboration & PCC di kamar operasi; Indikator & evaluasi kinerja kamar operasi; Pengembangan value added services kamar operasi sebagai revenue center RS |
8%
|
|
|
10
|
Sub-CPMK 5.1.3
Mampu merumuskan model pelayanan bernilai tambah dalam pengelolaan instalasi perawatan intensif RS |
|
Kriteria: Ketepatan konsep klasifikasi dan standar pelayanan perawatan intensif; Kedalaman analisis standar bangunan, ruang, SDM, dan desain organisasi IPI; Ketepatan evaluasi patient safety, PPI, EBM, dan indikator mutu perawatan intensif; Relevansi & kelayakan model pelayanan bernilai tambah dengan standar dan akreditasi RS; Gagasan inovatif value added services pada pelayanan perawatan intensif Teknik: diskusi interaktif |
Membaca pedoman ICU (KEPMENKES No. 1778/2010) & standar akreditasi IPI |
Prof. Dr. dr. Ardhi Pramono, Sp.An. dr. Nova Maryani, MMR, Sp. An-TI, Subsp. TI (K). (Kuliah Panel 2x90 Menit) |
Implementasi SMART Hospital pada Instalasi Perawatan Intensif A. Klasifikasi & standarisasi ICU, HCU, ICCU, NICU, PICU Standar ruang & bangunan; Standar SDM & pengembangannya B. Pengorganisasian IPI: Desain organisasi IPI (primer, parallel, matrix, pathway), Kelebihan dan kekurangan masing-masing desain tsb) C. Clinical manager & DPJP Kerjasama multidisipliner/ inter-professional collaboration; Peran koordinasi dan integrasi kerjasama tim; Menjamin layanan pasien dengan baik dan efisien, efektif serta aman dengan meminimalkan risiko dan mencegah kerugian; Penerapan EBM di ICU D. Peningkatan mutu IPI Indikator-indikator mutu IPI; Standar pelayanan IPI; Patient safety & PPI; SMART hospital pada perawatan intensif (inovasi teknologi & pengembangan pusat keunggulan/ value added IPI) |
7%
|
|
|
11
|
Sub-CPMK 5.1.4
Mampu merumuskan model pelayanan bernilai tambah dalam pengelolaan instalasi penunjang non-medis RS yang smart |
|
Kriteria:Â Ketepatan konsep workflow, standar SDM, dan mutu unit penunjang non-medis RS; Kedalaman analisis aspek keselamatan, PPI, dan kepatuhan terhadap standar RS; Relevansi model pelayanan & inovasi dengan konsep RS Islami dan smart hospital; Kelayakan dan kebaruan value added services non-medis |
Membaca standar SNARS & regulasi terkait manajemen penunjang non-medis |
Dr. dr. Merita Arini, MMR. |
Tutorial Manajemen Penunjang Non-Medis Laundry & Linen: workflow, standar SDM, mutu, safety, PPI, value added Islami; Security & Parkir: workflow, standar SDM & peralatan, mutu, safety lingkungan Islami, service excellent; Pemulasaraan Jenazah: SOP Islami, mutu, safety, layanan rohani, value added bisnis; Manajemen Healing Environment RS; (Housekeeping, Gardening, Mutu Lingkungan, PPI, dan Thaharah; Transport Pasien: workflow transport internal & ambulans, standar armada & driver, safety & SOP; IPSRS: workflow pemeliharaan sarpras RS, standar SDM teknisi, safety, efisiensi energi, greenhospital |
20%
|
|
|
12
|
Sub-CPMK 5.1.5
Mampu merumuskan model pelayanan bernilai tambah dalam pengelolaan instalasi farmasi RS |
|
Kriteria:
|
Membaca regulasi terkait farmasi RS (Permenkes, JCI, KARS) |
Dr. Endang Yuniarti, S.Si., M.Kes.Apt |
Manajemen Instalasi Farmasi RS A. Kinerja Instalasi Farmasi & Organisasi SDM Struktur organisasi, job description, & pengembangan SDM farmasi RS; Kolaborasi interprofesi & PCC; Workflow unit farmasi RS, efisiensi & efektivitas; Sistem Pengendalian Internal (SPI) & kebijakan logistik, termasuk di situasi bencana B. Quality & Safety Farmasi RS Manajemen risiko (high alert meds, LASA, medication error); Standar bangunan & alat instalasi farmasi; Pengelolaan bahan berbahaya & MPO (manajemen obat & bahan berbahaya); Farmakovigilans & MESO C. Layanan Farmasi Klinis & Value Added Services Layanan konsultasi obat, penggunaan obat rasional, telepharmacy / smart pharmacy; Inovasi terkait farmasi RS sebagai pusat nilai tambah |
8%
|
|
| Total Bobot Penilaian | 100% | |||||||
Daftar Tugas & Penilaian
2
Tugas individu berupa mind map tulis tangan (handwritten) berbasis analisis materi kuliah
Sub-CPMK 1.1
Deskripsi Penilaian
Penilaian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam menganalisis manajemen dan pelayanan instalasi gizi RS, khususnya dalam mengidentifikasi titik-titik kritis (halal–haram, keamanan pangan, atau risiko operasional) serta keterkaitannya dengan mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan implikasi manajerial/bisnis RS, berdasarkan materi kuliah tandem.
Metode Penilaian
Mahasiswa memilih satu topik mind map yang telah ditetapkan dosen.
Mahasiswa menyusun mind map tulis tangan sesuai ketentuan isi dan teknis.
Mind map difoto atau dipindai dengan jelas.
File diunggah melalui LMS/MyKlass sesuai tenggat waktu.
Penilaian dilakukan dosen menggunakan rubrik penilaian berbasis Sub-CPMK.
Indikator & Kriteria
Indikator:
Ketepatan analisis kesesuaian tata kelola dan alur pelayanan instalasi gizi RS dengan prinsip halal–haram/nilai Islam atau sistem penjaminan mutu (sesuai topik yang dipilih).
Ketepatan analisis keterkaitan sistem penjaminan (halal/keamanan pangan/manajemen risiko) dengan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Ketepatan analisis potensi titik kritis (critical halal–haram points/ critical control points / risiko operasional) dalam proses pelayanan RS serta implikasinya terhadap mutu dan keselamatan pasien.
Kriteria:
Ketepatan konsep sesuai materi kuliah tandem dan referensi
Kedalaman dan ketajaman analisis (tidak sekadar daftar atau deskriptif)
Kejelasan dan koherensi hubungan antar konsep
Relevansi dengan konteks pelayanan RS (RS umum maupun RS berbasis nilai Islam)
Kualitas visual dan keterbacaan mind map
Bobot Penilaian:
Ketepatan identifikasi dan analisis titik kritis dalam pelayanan RS 25%
Kedalaman analisis keterkaitan dengan mutu pelayanan dan keselamatan pasien 30%
Implikasi manajerial dan/atau bisnis pelayanan RS 20%
Kualitas visual mind map (struktur jelas, penggunaan warna > 3, keterbacaan) 25%
Total: 100%
Bentuk & Format Luaran
Luaran berupa mind map tulis tangan pada kertas A4/A3 yang diunggah dalam format PDF/JPG melalui LMS/MyKlass.
Pustaka Utama
1. The Joint Commission. Evaluating a Patient’s Spiritual Needs.
2. Angela P. et al. (2019). Spiritual care in nursing.
3. Spiritual Care Association. (2023). Recommended Standards for Spiritual Care.
4. Kang KA, et al. (2023). Spiritual Care Guide in Hospice/Palliative Care.
5. WHO. (2018). Integrating Palliative Care into Primary Health Care.
6. WHO. (2023). Palliative Care – Fact Sheet.
7. NASW. (2004/2016). Standards for Palliative & End-of-Life Care.
8. AMA. (2013). Code of Medical Ethics: Care at the End of Life.
9. Randhawa G, et al. (2018). Ethical and legal issues in end-of-life care.
10. Chaturvedi SK. (2021). Ethical considerations at end-of-life care.
Informasi Lainnya
Mahasiswa dengan nilai kurang dari B akan diberikan kesempatan remidi 1x
5
Field Site Teaching (FST) disertai penugasan refleksi individu berbasis observasi lapangan dan diseminasi konten edukatif melalui media sosial
Sub-CPMK 2.1.1
Sub-CPMK 3.1.1
Sub-CPMK 3.1.2
Deskripsi Penilaian
Penilaian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam menganalisis pengelolaan fasilitas dan pelayanan non-medis RS yang inklusif, berdasarkan hasil observasi langsung di rumah sakit melalui kegiatan Field Site Teaching (FST). Mahasiswa diminta melakukan refleksi kritis terhadap aksesibilitas, kenyamanan, keselamatan, dan inklusivitas fasilitas RS bagi berbagai kelompok pengguna (difabel, lansia, anak, ibu hamil, pasien dengan kebutuhan khusus, serta pengunjung multikultural). Hasil refleksi dituangkan dalam bentuk konten edukatif media sosial sebagai bagian dari diseminasi nilai inklusi dan praktik baik manajemen RS kepada publik.
Metode Penilaian
Observasi langsung fasilitas dan lingkungan RS selama kegiatan FST.
Diskusi lapangan dan klarifikasi dengan petugas RS terkait praktik inklusi.
Penyusunan refleksi individu berbasis hasil observasi.
Pembuatan konten refleksi dalam bentuk Instagram Reels/TikTok atau Carousel Feed Instagram.
Penilaian dosen menggunakan rubrik penilaian berbasis Sub-CPMK.
Indikator & Kriteria
Indikator:
Ketepatan identifikasi fasilitas dan praktik pelayanan RS yang inklusif.
Kedalaman analisis keterkaitan fasilitas inklusif dengan mutu dan keselamatan layanan RS.
Relevansi refleksi dengan prinsip inklusi, aksesibilitas, dan manajemen RS.
Kejelasan pesan edukatif dan kualitas konten media sosial.
Kriteria:
Ketepatan konsep inklusi dan aksesibilitas RS.
Kedalaman refleksi dan analisis manajerial.
Kualitas rekomendasi & ketepatan dengan konteks pelayanan RS Indonesia.
Kualitas penyajian visual dan keterbacaan pesan publik.
Bobot:
Analisis fasilitas dan praktik inklusif RS: 30%
Refleksi manajerial dan rekomendasi perbaikan: 30%
Kualitas konten visual dan kreativitas penyajian: 25%
Kepatuhan pada etika, format, dan ketepatan waktu pengumpulan: 15%
Total: 100%
Bentuk & Format Luaran
Luaran berupa konten refleksi individu dengan ketentuan sebagai berikut:
Pilihan format:
Video Reels Instagram atau TikTok (durasi 60–90 detik), atau
Carousel Feed Instagram (5–7 slide).
Konten memuat:
Pengalaman/ temuan observasi fasilitas inklusif RS di RS masing-masing atau RS yang pernah dikunjungi
analisis singkat dari perspektif manajerial & komparasi dengan standar,
refleksi kritis dan rekomendasi perbaikan.
Konten bersifat edukatif, etis, dan tidak menampilkan identitas pasien.
Konten wajib menampilkan wajah mahasiswa, logo MARS UMY, & tidak diprivat.
Tautan konten dilaporkan melalui LMS/MyKlass.
Pustaka Utama
SNARS: Standar Aksesibilitas dan Keselamatan Fasilitas RS
WHO. Disability-inclusive health services guidelines
JCI. Patient-Centered Facility Design
Materi kuliah Manajemen Pelayanan Khusus & Fasilitas RS
Informasi Lainnya
Mahasiswa dengan nilai kurang dari B akan diberikan kesempatan remidi 1x
11
Penugasan kelompok berbasis tutorial kasus, presentasi, dan diskusi tanya jawab lintas kelompok
Sub-CPMK 5.1.4
Deskripsi Penilaian
Penilaian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam menganalisis dan merumuskan model pelayanan bernilai tambah pada pengelolaan instalasi penunjang non-medis RS, meliputi aspek workflow, standar SDM, mutu pelayanan, keselamatan, PPI, serta nilai Islami, yang selaras dengan konsep RS Islami dan smart hospital. Mahasiswa bekerja dalam kelompok tutorial untuk menganalisis kasus unit penunjang non-medis RS dan mempresentasikan hasilnya secara kritis di forum kelas
Metode Penilaian
Indikator & Kriteria
Indikator:
Ketepatan analisis workflow, standar SDM, dan mutu pelayanan unit penunjang non-medis RS.
Ketepatan analisis penerapan keselamatan, PPI, dan kepatuhan terhadap standar RS.
Ketepatan identifikasi peluang inovasi dan value added services non-medis.
Ketepatan perumusan model pelayanan bernilai tambah yang selaras dengan konsep RS Islami dan smart hospital.
Kriteria:
Ketepatan konsep workflow, SDM, dan mutu layanan
Kedalaman analisis aspek keselamatan dan PPI
Relevansi model dengan RS Islami dan smart hospital
Kelayakan, kebaruan, dan keberlanjutan inovasi layanan
Bobot: bobot penilaian mengacu pada rubrik tutorial Prodi (Total 100)
Bentuk & Format Luaran
Mahasiswa dibagi menjadi 6 kelompok tutorial, masing-masing membahas satu unit penunjang non-medis.
Setiap kelompok mempelajari standar SNARS dan regulasi terkait unit yang dibahas.
Kelompok melakukan analisis kasus dan menyusun model pelayanan bernilai tambah.
Kelompok melakukan presentasi hasil analisis di main room.
Kelompok lain memberikan pertanyaan, tanggapan, dan kritik konstruktif.
Penilaian dilakukan dosen menggunakan rubrik penilaian tutorial.
Pustaka Utama
Improving Nonclinical and Clinical-Support Services.
CDC. Environmental Cleaning Procedures.
WHO. Environmental Cleaning & Infection Prevention in Health Care Facilities.
CDC. Laundry and Bedding in Health Care Facilities.
Health Facility Guidelines – Linen Handling Unit.
Health Building Note 16-01: Facilities for Mortuaries.
Informasi Lainnya
Mahasiswa dengan nilai kurang dari B akan diberikan kesempatan remidi 1x
10
Ujian Tengah Semester berupa tugas kelompok berbasis evaluasi lapangan (worksheet) terhadap satu gedung fasilitas pelayanan kesehatan
Sub-CPMK 6.1.1
Sub-CPMK 6.1.2
Deskripsi Penilaian
Penilaian UTS ini bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengevaluasi kondisi arsitektur, infrastruktur, serta sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) pada satu gedung fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan hasil observasi langsung. Mahasiswa berperan sebagai manajer/direktur fasilitas kesehatan yang diminta menetapkan arah strategis kebijakan dan prioritas pengembangan gedung guna mendukung keselamatan pasien, efektivitas layanan, integrasi sistem, dan keberlanjutan fasilitas
Metode Penilaian
Mahasiswa dibagi dalam kelompok, terdiri dari 4-5 orang per-kelompok.
kelompok memilih satu (1) gedung di RS atau klinik tempat bekerja atau fasilitas kesehatan yang dapat diobservasi langsung.
Mahasiswa melakukan observasi lapangan terbatas terhadap aspek arsitektur, infrastruktur, dan sistem MEP gedung.
Mahasiswa menyusun laporan komprehensif bersasarkan worksheet evaluasi gedung yang telah disediakan dosen secara lengkap dan berbasis data lapangan.
Mahasiswa menyusun analisis dan rekomendasi strategis sesuai temuan masalah.
Tugas dikumpulkan melalui LMS/MyKlass sesuai tenggat waktu UTS.
Indikator & Kriteria
Indikator:
Ketepatan identifikasi kondisi arsitektur dan tata bangunan gedung.
Ketepatan evaluasi sistem MEP gedung berdasarkan temuan lapangan.
Kedalaman analisis implikasi terhadap keselamatan pasien dan efektivitas layanan.
Ketepatan penetapan arah kebijakan dan prioritas pengembangan gedung.
Kejelasan refleksi profesional sebagai pengambil keputusan fasilitas kesehatan.
Kriteria:
Ketepatan konsep dan kesesuaian dengan standar fasilitas RS/klinik
Kedalaman analisis manajerial dan strategis (C6)
Keterkaitan dengan Sub-CPMK 6.1.1 dan 6.1.2
Keautentikan data dan refleksi berbasis pengalaman lapangan
Bobot Penilaian:
Identifikasi kondisi gedung & sistem MEP: 30%
Analisis risiko keselamatan & mutu layanan: 25%
Arah kebijakan & prioritas pengembangan: 30%
Keautentikan data, refleksi profesional, dan kerapian isian: 15%
Total: 100%
Bentuk & Format Luaran
Luaran berupa makalah berbasis worksheet evaluasi gedung yang telah diisi lengkap, dengan ketentuan:
Disusun secara berkelompok
Berbasis observasi lapangan nyata
Dilengkapi dokumentasi foto (tanpa menampilkan pasien)
Diunggah dalam format PDF melalui LMS/MyKlass
Pustaka Utama
SNARS/KARS terkait fasilitas dan keselamatan RS
WHO Safe Hospital & Facility Guidelines
Permenkes dan regulasi bangunan fasilitas pelayanan kesehatan
Materi kuliah Manajemen Pelayanan Khusus & Fasilitas RS
Informasi Lainnya
Mahasiswa dengan nilai kurang dari B akan diberikan kesempatan remidi 1x
14
Ujian Akhir Semester berupa video presentasi individu (5–7 menit) berbasis analisis isu pelayanan rumah sakit dari berita media massa online atau media sosial resmi
Sub-CPMK 5.1.1
Sub-CPMK 5.1.2
Sub-CPMK 5.1.3
Sub-CPMK 5.1.5
Deskripsi Penilaian
Penilaian UAS ini bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa MARS UMY dalam mengambil keputusan strategis manajerial rumah sakit berdasarkan isu aktual pelayanan RS yang diberitakan di media massa atau media sosial. Mahasiswa diminta menganalisis isu tersebut dari perspektif pimpinan RS dan menyampaikan keputusan strategis yang mencerminkan nilai-nilai keilmuan dan keislaman Prodi MARS UMY, meliputi integrasi nilai Islam, inklusi fasilitas, pengembangan unit layanan bernilai tambah, serta arah pengembangan infrastruktur dan teknologi rumah sakit. Video presentasi menjadi bagian dari diseminasi gagasan manajerial dan promosi akademik Prodi MARS UMY kepada publik
Metode Penilaian
Mahasiswa memilih satu berita dari media massa online atau media sosial resmi yang relevan dengan pelayanan RS: IGD/ OK/ ICU/ Farmasi
Mahasiswa menyusun video presentasi individu berdurasi 5–7 menit sesuai struktur yang ditetapkan dosen.
Mahasiswa wajib tampil di video dan menyampaikan analisis serta rekomendasi strategis secara lisan.
Video diunggah melalui YouTube (mode publik) dengan mencantumkan identitas Prodi MARS UMY (nama prodi, fakultas, universitas) pada pembuka atau penutup video.
Tautan video dilaporkan melalui LMS/MyKlass sesuai tenggat waktu Ujian Akhir Semester (UAS).
Penilaian dilakukan dosen menggunakan rubrik penilaian UAS berbasis CPL dan Sub-CPMK Prodi MARS UMY.
Indikator & Kriteria
Indikator:
Ketepatan analisis isu pelayanan RS berdasarkan berita yang dipilih.
Ketepatan rekomendasi strategis manajerial RS yang mencerminkan nilai Islam, inklusivitas fasilitas, dan keberlanjutan layanan.
Kemampuan merumuskan pengembangan layanan bernilai tambah pada unit khusus dan penunjang RS.
Ketepatan penetapan arah pengembangan sistem, infrastruktur, dan teknologi RS.
Kejelasan dan koherensi penyampaian gagasan secara lisan dalam video presentasi.
Ketepatan & kedalaman sintesis dari referensi yang digunakan
Kriteria:
Ketepatan konsep dan relevansi dengan standar/regulasi RS
Kedalaman analisis, argumentasi keputusan, dan referensi
Keterkaitan dengan konteks RS Indonesia dan nilai keilmuan MARS UMY
Keautentikan refleksi profesional dan kualitas penyajian
Bobot Penilaian:
Analisis isu pelayanan RS: 25%
Keputusan strategis manajerial berbasis bukti: 35%
Pengembangan layanan bernilai tambah & arah infrastruktur/teknologi: 25%
Penyampaian dan refleksi profesional: 15%
Total: 100%
Bentuk & Format Luaran
Luaran berupa video presentasi individu yang diunggah melalui platform YouTube (mode publik) sebagai bagian dari branding dan diseminasi akademik Prodi MARS UMY. Tautan video diunggah dan terekam dalam LMS/MyKlass serta terhubung dengan sistem grading nilai UAS.
Ketentuan identitas video (WAJIB):
Menyebutkan Program Studi MARS UMY secara lisan, dan/atau
Menampilkan teks identitas Prodi MARS UMY pada pembuka atau penutup video.
Pustaka Utama
Materi kuliah Prodi MARS UMY (PPT/handout pertemuan berjalan)
Regulasi dan standar rumah sakit (SNARS/KARS, JCI, WHO, Kemenkes RI)
Artikel jurnal dan referensi ilmiah pendukung sesuai isu yang dipilih
Berita media massa online atau media sosial resmi terkait pelayanan RS
Informasi Lainnya
Mahasiswa dengan nilai kurang dari B akan diberikan kesempatan remidi 1x
Matriks Evaluasi & Penilaian
| Minggu | CPL | CPMK | Sub-CPMK | Bobot Sub-CPMK (%) | Indikator Penilaian | Bentuk Penilaian | Bobot CPMK (%) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
2
|
CPL 1 |
CPMK 1.1
Mampu menganalisis penerapan layanan RS berbasis nilai Islam dalam mendukung mutu layanan dan kualitas hidup pasien |
Sub-CPMK 1.1.1
Mampu menganalisis manajemen dan pelayanan instalasi gizi RS berbasis nilai Islam dan halal dalam mendukung mutu dan keselamatan pasien |
5%
|
|
Tugas individu berupa mind map tulis tangan (handwritten) berbasis analisis materi kuliah. |
Total
5%
|
|
5
|
CPL 2 |
CPMK 2.1
Mampu merumuskan alternatif strategi peningkatan fasilitas RS yang inklusif berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal |
Sub-CPMK 2.1.1
Mampu merancang rekomendasi pengembangan fasilitas rumah sakit yang inklusif berdasarkan hasil analisis dan evaluasi |
10%
|
|
Field Site Teaching (FST) disertai penugasan refleksi individu berbasis observasi lapangan dan diseminasi konten edukatif melalui media sosial |
Total
10%
|
|
11
|
CPL 5 |
CPMK 5.1
Mampu merumuskan model layanan RS yang menghasilkan nilai tambah dalam pengelolaan unit khusus dan penunjang RS menuju smart hospital |
Sub-CPMK 5.1.4
Mampu merumuskan model pelayanan bernilai tambah dalam pengelolaan instalasi penunjang non-medis RS yang smart |
20%
|
|
Penugasan kelompok berbasis tutorial kasus, presentasi, dan diskusi tanya jawab lintas kelompok |
Total
50%
|
|
12
|
Sub-CPMK 5.1.1
Mampu merumuskan model pelayanan bernilai tambah dalam pengelolaan Instalasi Gawat Darurat RS |
7%
|
|
Ujian Akhir Semester berupa video presentasi individu (5–7 menit) berbasis analisis isu pelayanan rumah sakit dari berita media massa online atau media sosial resmi. |
|||
|
Sub-CPMK 5.1.2
Mampu merumuskan model pelayanan bernilai tambah dalam pengelolaan kamar operasi RS |
8%
|
|
Ujian Akhir Semester berupa video presentasi individu (5–7 menit) berbasis analisis isu pelayanan rumah sakit dari berita media massa online atau media sosial resmi |
||||
|
Sub-CPMK 5.1.3
Mampu merumuskan model pelayanan bernilai tambah dalam pengelolaan instalasi perawatan intensif RS |
7%
|
|
Ujian Akhir Semester berupa video presentasi individu (5–7 menit) berbasis analisis isu pelayanan rumah sakit dari berita media massa online atau media sosial resmi |
||||
|
Sub-CPMK 5.1.5
Mampu merumuskan model pelayanan bernilai tambah dalam pengelolaan instalasi farmasi RS |
8%
|
|
Ujian Akhir Semester berupa video presentasi individu (5–7 menit) berbasis analisis isu pelayanan rumah sakit dari berita media massa online atau media sosial resmi |
||||
|
6
|
CPL 6 |
CPMK 6.1
Mampu menetapkan arah strategis pengembangan sistem dan infrastruktur pelayanan RS berbasis teknologi untuk mendukung efektivitas, integrasi, dan keberlanjutan layanan. |
Sub-CPMK 6.1.1
Mampu menetapkan kebijakan dan prioritas pengembangan arsitektur, infrastruktur, dan bangunan RS yang aman dan berkelanjutan dalam mendukung sistem pelayanan. |
10%
|
|
Ujian Tengah Semester berupa tugas kelompok berbasis evaluasi lapangan (worksheet) terhadap satu gedung fasilitas pelayanan kesehatan |
Total
20%
|
|
Sub-CPMK 6.1.2
Mampu menetapkan kebijakan dan prioritas pengembangan sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) RS yang aman dan berkelanjutan dalam mendukung sistem pelayanan |
10%
|
|
Ujian Tengah Semester berupa tugas kelompok berbasis evaluasi lapangan (worksheet) terhadap satu gedung fasilitas pelayanan kesehatan |
||||
|
5
|
CPL 3 |
CPMK 3.1
Mampu merumuskan model pelayanan RS yang holistik dan inklusif melalui kolaborasi lintas profesi berbasis pendekatan ilmiah. |
Sub-CPMK 3.1.1
Mampu merancang rekomendasi manajerial pelayanan RS yang inklusif berbasis kolaborasi lintas profesi. |
8%
|
|
Field Site Teaching (FST) disertai penugasan refleksi individu berbasis observasi lapangan dan diseminasi konten edukatif melalui media sosial |
Total
15%
|
|
Sub-CPMK 3.1.2
Mampu merancang integrasi layanan rohani rumah sakit dalam model holistic and compassionate care. |
7%
|
|
Field Site Teaching (FST) disertai penugasan refleksi individu berbasis observasi lapangan dan diseminasi konten edukatif melalui media sosial |
||||
| Total Bobot Keseluruhan CPMK |
100%
|
||||||
Referensi
Pustaka Wajib (Utama)
Kasule, Omar Hasan. 2007. Towards Islamic Medicine, 1st edition. Sagiran & Abdul Ghoni (editor). Yogyakarta: Islamic Medicine Forum of Indonesia.
Puckett, Ruby P. 2004. Food Service Manual for Health Care Institution, 3rd edition. San Fransisco, USA: John Wiley & Sons, Inc.
Zussman, Robert. 1992. Intensive care: medical ethics and the medical profession. Chicago, USA: The University of Chicago Press.
Casado, M.A. 2000. Housekeeping Management. Canada: John Wiley & Sons, Inc.
Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2019. Diakses dari https://farmalkes.kemkes.go.id/2020/01/petunjuk-teknis-standar-pelayanan-kefarmasian-di-rumah-sakit/
Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit, Kementerian Kesehatan RI, 2013. Diakses dari https://rspmanguharjo.jatimprov.go.id/wp-content/uploads/2020/09/Pedoman-Pelayanan-Gizi-RS-PGRS-2013.pdf
WHO. (2021). Disability and Health. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/disability-and-health
Pustaka Pendukung (Tambahan)
Sabarguna, B.S. & Sakinah, F (editor). 2008. Rekam Medis Terkomputerisasi. Jakarta: UI-Press
Brunt, B.A., et al. 2006. Evidence-Based Competency Management for the Operating Room, 2nd. Marblehead, USA: HCPro, Inc.
Upaya Peningkatan Keamanan Obat Diabetes Mellitus di Klinik Pratama Swasta dengan Pendekatan Action Research. https://doi.org/10.22146/jmpf.77387
The implementation of lean management in reducing waste in the emergency department. https://malque.pub/ojs/index.php/msj/article/view/1827