Manajemen Bencana
Rencana Pembelajaran Semester (RPS)
Deskripsi Mata Kuliah
Informasi Umum
Dr. Elsye Maria Rosa, M.Kep
2026/2027
06 May 2026
Detail Deskripsi
Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan konsep, strategi, dan implementasi manajemen bencana yang terintegrasi dalam konteks rumah sakit dan sistem pelayanan kesehatan. Fokus utama diberikan pada peran strategis rumah sakit dalam siklus penanggulangan bencana (pra-bencana, tanggap darurat, pasca-bencana), serta penguatan kapasitas manajerial untuk memastikan kesiapan, respons cepat, dan pemulihan layanan kesehatan yang efektif. Mahasiswa akan mempelajari pendekatan Hospital Disaster Preparedness, Incident Command System (ICS) versi kesehatan, manajemen logistik medis, triase massal, koordinasi lintas sektor, hingga aspek etik dan psikososial dalam bencana.
Materi Pembelajaran
BK2, Manajemen Risiko;
BK12, Keselamatan Pasien
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)
Daftar Seluruh CPL Prodi
Total 6 CPLMenganalisis teori dan konsep manajemen serta nilai Islam sebagai dasar pengambilan keputusan strategis di rumah sakit.
Mengevaluasi kinerja dan daya saing rumah sakit berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal berbasis bukti.
Merumuskan solusi terhadap masalah manajerial rumah sakit melalui kolaborasi lintas profesi dan pendekatan ilmiah.
Menyusun dan menyajikan hasil kajian ilmiah dalam format akademik, profesional, dan digital.
Menciptakan inovasi manajerial yang meningkatkan mutu dan efisiensi pengelolaan rumah sakit menuju smart hospital.
Mengembangkan sistem pelayanan berbasis teknologi untuk memperkuat efektivitas dan integrasi layanan rumah sakit.
CPL Terpilih
Menganalisis teori dan konsep manajemen serta nilai Islam sebagai dasar pengambilan keputusan strategis di rumah sakit.
Mengevaluasi kinerja dan daya saing rumah sakit berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal berbasis bukti.
Merumuskan solusi terhadap masalah manajerial rumah sakit melalui kolaborasi lintas profesi dan pendekatan ilmiah.
Menciptakan inovasi manajerial yang meningkatkan mutu dan efisiensi pengelolaan rumah sakit menuju smart hospital.
Data CPL disinkronkan dari standar kurikulum Program Studi. Pastikan total bobot CPL pada mata kuliah ini mencapai 100%.
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
Pemetaan CPMK terhadap CPL
CPMK merupakan penjabaran dari CPL yang dibebankan pada mata kuliah ini. Tampilan bersifat read-only.
CPMK 1.1
Mampu menganalisis penerapan layanan RS berbasis nilai Islam dalam mendukung mutu layanan dan kualitas hidup pasien
CPMK 1.1
Mahasiswa mampu menganalisis teori entrepreneurship, social entrepreneurship, intrapreneurship, pemberdayaan masyarakat kesehatan, manajemen strategis rumah sakit, dan nilai Islam sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan layanan rumah sakit.
CPMK 1.1
Mahasiswa mampu menganalisis konsep dasar akuntansi, karakteristik rumah sakit sebagai entitas akuntansi, elemen laporan keuangan, dan nilai Islam dalam pengelolaan keuangan rumah sakit yang transparan, akuntabel, adil, dan menghindari pemborosan..
CPMK 1.1
Mahasiswa mampu mengevaluasi konsep manajemen keuangan strategis rumah sakit, kebijakan keuangan, agency theory, serta prinsip keuangan konvensional dan syariah sebagai dasar pengambilan keputusan strategis yang berlandaskan nilai Islam.
CPMK 1.1.
Mampu menganalisis sistem manajemen mutu rumah sakit berbasis continuity of care, CQI, patient-centered care, dan indikator mutu sesuai standar akreditasi RS
CPMK 1.2.
Mampu mengintegrasikan prinsip dan standar rumah sakit syariah, audit medis, serta praktik klinis-keperawatan Islami dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien. |
CPMK 1 .1
Mahasiswa mamahami Pengetahuan Tentang Konsep Manajemen Bencana, tahapan manajemen bencana, peran dan tanggung jawab rumah sakit.
CPMK 1.1
Mampu menghasilkan nilai tambah dalam proses pengelolaan fasilitas pelayanan kesehatan perseorangan/rumah sakit melalui penerapan fungsi manajemen, prinsip bisnis dan pelayanan berdasarkan nilai-nilai islami
CPMK 1
Mampu menganalisis penerapan medical liability dan kebijakan kesehatan pada era BPJS Kesehatan dalam pengambilan keputusan manajerial yang mempertimbangkan aspek etika, regulasi, dan nilai Islam. |
CPMK 1.1
Mahasiswa mampu menganalisis konsep akreditasi rumah sakit, STARKES 2022, dan Good Clinical Governance sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
CPMK 1.2
Mahasiswa mampu menyusun rekomendasi strategis pemenuhan standar akreditasi rumah sakit berdasarkan prinsip manajemen, tata kelola klinis yang baik, dan kebutuhan organisasi rumah sakit.
CPMK 1.1
Mampu menjelaskan tentang urgensi dan persyaratan dan tata cara sertifikasi Rumah sakit Syariah
CPMK 1.2
Mahasiswa mampu menganalisis masalah kesehatan masyarakat, kebutuhan pasien, kebutuhan komunitas, serta peluang inovasi layanan rumah sakit berbasis mutu, efisiensi, keberlanjutan, dan kemaslahatan.
CPMK 1.1
Menjelaskan konsep, filosofi, tujuan, prinsip, dan regulasi akreditasi pelayanan kesehatan primer dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
CPMK 1.1
Mahasiswa mampu menganalisis konteks rumah sakit melalui orientasi, hospital tour, telaah profil, visi, misi, strategi, program kerja, nilai Islam, dan logbook residensi.
CPMK 1 .1
Mahasiswa mampu menganalisis konsep manajemen strategik rumah sakit serta mengintegrasikan nilai Islam, etika, dan tata kelola dalam pengambilan keputusan strategis.
CMPK 2.1
Mampu melakukan analisis data penelitian kuantitatif, kualitatif, dan mixed method sesuai rancangan penelitian, termasuk penggunaan software analisis dalam bidang manajemen administrasi rumah sakit.
CPMK 2.1
Mampu menjelaskan hasil kajian kritis dan analitik tentang perumahsakitan dan mampu menjelaskan tentang pelaksanaan PPI di rumah sakit
CPMK 2.1
Mampu merumuskan alternatif strategi peningkatan fasilitas RS yang inklusif berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal
CPMK 2.2
Mahasiswa mampu menerapkan dan menganalisis prosedur pencatatan akuntansi untuk elemen laporan keuangan rumah sakit, termasuk kas, piutang, persediaan, aktiva tetap, rekonsiliasi kas/bank, siklus akuntansi, dan penyusunan laporan keuangan dasar.
CPMK 2.3
Mahasiswa mampu mengevaluasi informasi keuangan rumah sakit melalui analisis modal kerja, perilaku biaya, Break-Even Point, dan anggaran kas sebagai dasar pengambilan keputusan manajerial berbasis bukti, efisien, dan berkelanjutan.
CPMK 2.1
Mahasiswa mampu mengevaluasi lingkungan eksternal, lingkungan internal, kinerja, dan daya saing rumah sakit berbasis data dan bukti.
CPMK 2.2
Mahasiswa mampu mengevaluasi kinerja keuangan rumah sakit melalui analisis piutang, persediaan, laporan keuangan, penganggaran modal, investasi, pendanaan, dan dividen berbasis data/bukti.
CPMK 2.1.
Mampu mengevaluasi tata kelola dan kinerja Instalasi Laboratorium dan Radiologi berbasis akreditasi RS, Â dalam mendukung layanan penunjang diagnostik yang efektif dan berorientasi pasien.
CPMK 2.1
Evaluasi Kesiapan Tanggap Darurat
CPMK 2.1
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar pemasaran digital rumah sakit dalam meningkatkan kinerja dan daya saing rumah sakit.
CPMK 2.2
Mahasiswa mampu menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi strategi pemasaran digital rumah sakit |
CPMK 2.3
Mahasiswa mampu menggunakan data dan bukti untuk mengevaluasi kinerja pemasaran digital rumah sakit.
CPMK 2.1
Mampu menyelaraskan antara individu dan pengelolaan fasilitas pelayanan kesehatan perseorangan/rumah sakit sesuai dengan standar etika dan profesi dengan cara membangun kompetensi individu
CPMK 2.1
Mahasiswa mampu menganalisis faktor internal dan eksternal layanan primer dengan pendekatan Evidence Based Management Practice untuk mendukung sustainability organization.
CPMK 2
Mampu mengevaluasi penerapan kebijakan global budgeting, regulasi kesehatan, legalitas rumah sakit/klinik, Evidence Based Management Practice, knowledge management, dan telemedicine sebagai faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kinerja dan daya saing rumah sakit.
CPMK 2.1
Mahasiswa mampu merumuskan prioritas perbaikan kinerja rumah sakit berdasarkan hasil evaluasi standar akreditasi, Good Clinical Governance, dan data berbasis bukti.
CPMK 2.1
Melakukan sintesis analisis faktor internal dan eksternal rumah sakit menggunakan kerangka teori manajemen strategis dan pemasaran kesehatan
CPMK 2.1
Mampu menjelaskan tentang Falsafah, Visi-Misi dan
kode etik Rumah sakit syariah
CPMK 2.2
Menggunakan Evidence-Based Management Practice untuk merumuskan keputusan pemasaran berbasis bukti yang mendukung keberlanjutan organisasi
CPMK 2.1
Mahasiswa mampu menganalisis kasus manajerial atau mutu melalui pendekatan FMEA/RCA atau refleksi kasus visitasi RS serta merumuskan rekomendasi perbaikan berbasis bukti.
CMPK 3.1
Mampu menguasai filsafat ilmu, teori, dan konsep penelitian kuantitatif dan kualitatif, serta menjelaskan paradigma, desain, instrumen, teknik analisis data, dan karakteristik metodologi dalam konteks manajemen administrasi rumah sakit.
CPMK 3.2
Mampu menguasai teori, konsep, serta kelebihan dan keterbatasan penelitian mixed method dan implementation research, serta menjelaskan prinsip, pendekatan, dan aplikasi keduanya dalam bidang manajemen administrasi rumah sakit.
CPMK 3.1
Mampu merumuskan model pelayanan RS yang holistik dan inklusif melalui kolaborasi lintas profesi berbasis pendekatan ilmiah.
CPMK 3.1
Mahasiswa mampu merumuskan strategi rumah sakit berbasis SWOT, TOWS, dan Balanced Scorecard untuk menyelesaikan masalah manajerial secara kolaboratif.
CPMK 3.3
Mahasiswa mampu merumuskan solusi manajerial atas kasus keuangan rumah sakit melalui analisis persediaan, investasi, penganggaran, laporan keuangan, unit cost, tarif, dan pembiayaan kesehatan.
CPMK 3.1.
Mampu merumuskan strategi keselamatan pasien berbasis budaya keselamatan, untuk pencegahan risiko pelayanan rumah sakit
CPMK 3.1
Mahasiswa mengembangkan Hospital Disaster, Evaluasi Perbaikan dan berkelanjutan
CPMK 3.1
Mampu membangun iklim dan budaya organisasi untuk beradaptasi dan mentransformasi seluruh elemen organisasi melalui kepemimpinan yang efektif (team leadership dan drive result)
CPMK 3.1
Mahasiswa mampu menerapkan hasil kajian kritis dan analisis akreditasi layanan primer dalam penyelesaian masalah perumahsakitan, serta proses pengambilan keputusan melalui kolaborasi inter, multi, dan trans-disiplin.
CPMK 3
Mampu mengevaluasi dan merumuskan strategi penyelesaian masalah manajerial rumah sakit melalui medical advocacy, penyusunan dokumen legal, dan contract drafting secara kolaboratif dan berbasis bukti. |
CPMK 3.1
Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah manajerial dan klinis yang menghambat pemenuhan standar akreditasi rumah sakit melalui analisis akar masalah berbasis data
CPMK 3.2
Mahasiswa mampu menyusun rencana tindak lanjut akreditasi yang memuat masalah prioritas, tujuan, kegiatan, penanggung jawab, indikator keberhasilan, waktu pelaksanaan, dan mekanisme evaluasi
CPMK 3.1
Mampu menjelaskan tentang Standar dan Instrumen Sertifikasi Rumah Sakit Syariah, pedoman perilaku dokter dan perawat di RS Syariah
CPMK 3.1
Mampu menjelaskan jenis mikroorganisme penyebab infeksi rumah sakit, cara pengendalian, epidemiologi, upaya pencegahan dalam mutu dan akreditasi, konsep penyakit infeksi, serta penggunaan obat, antiseptik, dekontaminasi, dan desinfektan di rumah sakit
CPMK 3.2
Mampu menjelaskan tentang surveilen dan KLB di rumah sakit, kewaspadaan isolasi, manajemen pengendalian infeksi (MPI) di kamar Operasi, ICU dan rawat inap serta pengelolaan gizi dalam pengendalian infeksi di RS dan suveilen antibiotika
CPMK 3.3
Mampu merumuskan masalah penelitian secara sistematis dan menentukan metode penelitian yang sesuai (kuantitatif, kualitatif, mixed method, atau implementation research) dalam bidang administrasi rumah sakit.
CPMK 3.4
Mampu menyusun rencana penelitian yang mencakup kerangka teori, kerangka konsep, dan hipotesis penelitian yang relevan dengan permasalahan dan tujuan penelitian administrasi rumah sakit.
CPMK 3.1.
Mampu mengembangkan karya ilmiah berdasarkan berbagai pendekatan penelitian untuk mendukung perumusan solusi masalah kesehatan dan manajerial rumah sakit.
CPMK 3.2.
Mampu mengembangkan karya ilmiah berbasis pemanfaatan data dan perkembangan ilmu pengetahuan untuk mendukung pengambilan keputusan di bidang kesehatan
CPMK 3.1
Mahasiswa mampu melakukan observasi, wawancara, dan analisis kegiatan manajemen, kepemimpinan, layanan unggulan, serta sistem IT/SIMRS menuju smart hospital.
CPMK 5.1
Mampu merumuskan model layanan RS yang menghasilkan nilai tambah dalam pengelolaan unit khusus dan penunjang RS menuju smart hospital
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu mengevaluasi integrasi nilai Islam, karakteristik RS syariah dan BLU, manajemen risiko ISO 31000:2018, serta strategi ICT/IoT menuju Smart Hospital. |
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu mengidentifikasi tantangan, peluang, serta aspek regulasi dan etika dalam implementasi digitalisasi rumah sakit.
CPMK 5.2
Mahasiswa mampu merancang strategi penerapan teknologi digital di rumah sakit berbasis patient-centered care dan evidence-based management.
CPMK 5.1.
Mampu mengevaluasi efisiensi proses pelayanan dan kebutuhan teknologi rumah sakit menuju inovasi smart hospital.
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu menerapkan rencana Strategis Mitigasi Bencana, Analisis Kerentanan dan Risiko
CPMK 5.1
Mampu membangun komunikasi sebagai manajer/leader fasilitas pelayanan kesehatan dalam melakukan advokasi, negosiasi (mediasi) sehingga berhasil membangun kemitraan secara berkesinambungan dengan pemangku kepentingan
CPMK 5.2
Mampu menerapkan kepemimpinan dan manajemen perubahan dalam membangun serta mengelola rumah sakit, termasuk menganalisis kasus leadership secara terpadu untuk merumuskan rekomendasi kebijakan
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu menghasilkan nilai tambah dalam pengelolaan layanan primer yang berorientasi pada transformasi menuju smart hospital.
CPMK 5.1
Mengintegrasikan prinsip manajemen mutu, pemasaran strategis, dan inovasi teknologi untuk menciptakan nilai tambah dalam pengelolaan rumah sakit
CPMK 5.2
Merancang strategi inovatif yang mendukung pengembangan rumah sakit menuju smart hospital secara efektif dan berkelanjutan
CPMK 5.3
Mengembangkan model bisnis dan layanan berbasis digital untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi operasional rumah sakit
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu merancang model inovasi manajerial PPI yang terintegrasi dengan mutu, keselamatan pasien, dan akreditasi, guna meningkatkan efisiensi dan kinerja rumah sakit
CPMK 5.2
Mahasiswa mampu mengembangkan rancangan sistem PPI berbasis digital (misalnya surveilans HAIs, dashboard mutu, atau kebijakan PPI terintegrasi SIMRS) sebagai bagian dari implementasi smart hospital
CMPK 5.1
Mahasiswa mampu merancang inovasi manajerial berbasis entrepreneurship dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan mutu, efisiensi, akses layanan, pengalaman pasien, serta keberlanjutan rumah sakit.
CPMK 5.2
Mahasiswa mampu mengembangkan model program rumah sakit berbasis pemberdayaan masyarakat dan teknologi digital untuk mendukung transformasi menuju smart hospital.
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu menganalisis praktik pemasaran digital rumah sakit dan menyusun kajian ilmiah yang memuat identifikasi masalah, analisis data digital, pembahasan, dan rekomendasi perbaikan.
CPMK 5.2
Mahasiswa mampu mempresentasikan hasil kajian pemasaran digital rumah sakit
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu mengidentifikasi peluang inovasi manajerial untuk memperkuat implementasi standar akreditasi, Good Clinical Governance, mutu pelayanan, dan keselamatan pasien.
CPMK 5.2
Mahasiswa mampu merancang inovasi berbasis digital untuk mendukung akreditasi rumah sakit, seperti e-document akreditasi, dashboard indikator mutu, sistem pelaporan insiden, dan monitoring tindak lanjut perbaikan.
CPMK 5.4
Mahasiswa mampu merancang rekomendasi inovasi manajerial keuangan yang meningkatkan efisiensi, kendali biaya, mutu layanan, keberlanjutan keuangan, dan transformasi rumah sakit menuju smart hospital.
CPMK 5.1
Mengembangkan inovasi tata kelola dan digitalisasi untuk mendukung implementasi rumah sakit syariah
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu mengevaluasi dokumen akreditasi, mutu, keselamatan pasien, PPI, telusur lapangan, dan praktik tata kelola klinis/manajerial di rumah sakit
Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (Sub-CPMK)
Sub-CPMK 1.1.1
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar manajemen bencana dalam konteks pelayanan kesehatan rumah sakit.
Sub-CPMK 1.1.2
Mahasiswa mampu menganalisis tahapan manajemen bencana.
Sub CPMK 1.1.3
Mahasiswa mampu menganalisis peran dan tanggung jawab rumah sakit saat bencana
Sub CPMK2.2.1
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep kesiapan tanggap darurat rumah sakit dan komponennya.
Sub CPMK 2.2.2
Mahasiswa mampu melakukan evaluasi kesiapan tanggap darurat rumah sakit dan memberikan rekomendasi perbaikan.
Sub CPMK 3.1.1
Mahasiswa mampu menyusun dan mengembangkan Hospital Disaster Plan yang komprehensif.
Sub CPMK 3.1.2
Mahasiswa mampu melakukan evaluasi perbaikan Hospital Disaster Plan dan merancang strategi keberlanjutan
Sub CPMK 5.1.1
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar mitigasi bencana, analisis kerentanan, dan risiko dalam konteks rumah sakit.
Sub CPMK 5.1.2
Mahasiswa mampu melakukan analisis kerentanan dan risiko rumah sakit terhadap bencana.
Sub CPMK 5.1.3
Mahasiswa mampu menyusun rencana strategis mitigasi bencana berdasarkan hasil analisis kerentanan dan risiko
Rencana Kegiatan Pembelajaran
Distribusi capaian, metode, dan penilaian selama 1 semester
|
Minggu ke |
Kemampuan Akhir (Sub-CPMK) |
Penilaian |
Bentuk / Strategi Pembelajaran (Metode & Tugas) |
Materi Pembelajaran |
Bobot Penilaian (%) |
||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Indikator | Kriteria & Teknik | Luring | Daring | ||||
|
1
|
Sub-CPMK 1.1.1
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar manajemen bencana dalam konteks pelayanan kesehatan rumah sakit. |
- Menjelaskan definisi dan jenis bencana - Menjelaskan dampak bencana terhadap RS - Menjelaskan kerangka hukum (UU, Permenkes, WHO) |
Kriteria: Ketepatan konsep Teknik: Tes tulis/ kuis |
Problem Based Learning (PBL) (3x50') Tugas 1: Mencari 3 definisi bencana dari sumber berbeda dan membandingkannya |
|
|
0%
|
|
2
|
Sub-CPMK 1.1.2
Mahasiswa mampu menganalisis tahapan manajemen bencana. |
|
Kriteria: Kedalaman analisis Teknik: Diskusi kelompok & presentasi (Tutorial) |
|
Case Based Learning (CBL) (3x50') Tugas 2:Analisis kasus bencana (Gempa Lombok/ Palu) berdasarkan siklus bencana |
|
5%
|
|
3
|
Sub CPMK 1.1.3
Mahasiswa mampu menganalisis peran dan tanggung jawab rumah sakit saat bencana |
|
Kriteria: Kelengkapan & ketepatan analisis Teknik: Diskusi & studi kasus |
|
Tutorial: Small Group Discussion (3x50') Tugas 3:Membuat matriks peran RS tipe C dalam bencana |
|
5%
|
|
4
|
Sub CPMK2.2.1
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep kesiapan tanggap darurat rumah sakit dan komponennya. |
|
Kriteria: Ketepatan konsep & contoh Teknik: Presentasi kelompok |
Collaborative Learning (3x50') Tugas 4:Identifikasi komponen kesiapan RS di tempat kerja mahasiswa |
|
|
10%
|
|
5
|
Sub CPMK 2.2.2
Mahasiswa mampu melakukan evaluasi kesiapan tanggap darurat rumah sakit dan memberikan rekomendasi perbaikan. |
|
Kriteria: Ketepatan penggunaan instrumen Teknik: Proyek mini & laporan |
|
Project Based Learning (PjBL) (3x50') Tugas 5 (Kelompok): Evaluasi kesiapan RS simulasi menggunakan instrumen WHO |
|
10%
|
|
6
|
Sub CPMK 3.1.1
Mahasiswa mampu menyusun dan mengembangkan Hospital Disaster Plan yang komprehensif. |
Mengukur CPMK 1 dan CPMK 2 |
Kriteria: Ketepatan, kelengkapan Teknik: Tes tertulis (esai/ studi kasus) |
|
Ujian tertulis (3x50') |
Semua materi minggu 2-5 |
20%
|
|
7
|
Sub CPMK 3.1.2
Mahasiswa mampu melakukan evaluasi perbaikan Hospital Disaster Plan dan merancang strategi keberlanjutan |
|
Kriteria: Kelengkapan dokumen rencana Teknik: Proyek penyusunan draft plan |
Project Based Learning (3x50') Tugas 6 (Kelompok): Draft Hospital Disaster Plan untuk RS tipe C (Bab 1-3) |
|
- Struktur Hospital Disaster Plan |
10%
|
|
8
|
Sub CPMK 5.1.1
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar mitigasi bencana, analisis kerentanan, dan risiko dalam konteks rumah sakit. |
|
Kriteria: Kedalaman evaluasi & kualitas rekomendasi Teknik: Simulasi tabletop & after action review |
Simulation Based Learning (3x50') Tugas 7:After Action Review (AAR) dari simulasi |
|
- Metode evaluasi plan (AAR, hotwash) - Identifikasi failure points - Siklus pemutakhiran plan (annual review) - Strategi keberlanjutan (budgeting, audit) |
10%
|
|
9
|
Sub CPMK 5.1.2
Mahasiswa mampu melakukan analisis kerentanan dan risiko rumah sakit terhadap bencana. |
- Menjelaskan definisi mitigasi, kerentanan, risiko - Membedakan mitigasi struktural dan non-struktural - Menjelaskan kerangka HVA |
Kriteria: Ketepatan konsep Teknik: Diskusi & studi literatur |
Problem Based Learning (3x50') |
|
|
10%
|
|
10
|
Sub CPMK 5.1.3
Mahasiswa mampu menyusun rencana strategis mitigasi bencana berdasarkan hasil analisis kerentanan dan risiko |
- Menyusun rencana mitigasi prioritas - Mengembangkan rencana aksi dengan timeline & PIC - Merancang anggaran mitigasi |
Kriteria: Kualitas rencana strategis Teknik: Presentasi final project |
Project Based Learning (3x50') Tugas Akhir:Rencana Strategis Mitigasi Bencana RS |
|
- Prioritas mitigasi berdasarkan HVA - Rencana aksi (5W1H) - Rencana anggaran mitigasi - Integrasi dengan rencana RS induk |
20%
|
| Total Bobot Penilaian | 100% | ||||||
Daftar Tugas & Penilaian
Minggu ke-12
Simulasi kelompok kecil (5-6 orang per kelompok) dengan skenario inject bertahap.
Sub-CPMK
Deskripsi Penilaian
Setiap mahasiswa memegang peran dalam HICS (Komandan Insiden, Kepala Operasi, Kepala Logistik, Kepala Perencanaan, Kepala Keuangan/Administrasi, Liaison Officer) di Rumah sakit.
Skenario Simulasi (Berjalan dalam 3 Tahap):
Tahap 1 (Menit 0-20): Aktivasi Darurat
Inject 1: Pukul 10.00 WIB, RS Anda menerima informasi dari BPBD bahwa terjadi ledakan pabrik kimia 3 km dari RS. Diperkirakan 150 korban dengan rincian: 40 luka berat (termasuk luka bakar kimia), 70 luka sedang, 40 luka ringan. 30 menit lagi gelombang pertama tiba. RS Anda memiliki kapasitas IGD untuk 20 pasien.
Tugas Tim: Aktivasi HICS, alokasi peran, keputusan awal (surge capacity, mobilisasi SDM, persiapan dekontaminasi)
Tahap 2 (Menit 21-40): Eskalasi Krisis
Inject 2: 20 menit setelah korban pertama tiba, terjadi kebakaran di ruang genset RS. Listrik padam total (UPS hanya bertahan 45 menit). 5 pasien di ICU menggunakan ventilator. Evakuasi belum selesai. Gudang logistik tidak dapat diakses karena asap.
Tugas Tim: Prioritaskan tindakan, alokasi sumber daya tersisa, koordinasi evakuasi
Tahap 3 (Menit 41-60): Dilema Etik & Komunikasi
Inject 3: Media sosial sudah ramai memberitakan RS Anda kewalahan. Keluarga korban mulai berdatangan dan memaksa masuk IGD. Oksigen sentral habis, tersisa 10 tabung portable. Anda harus memilih 10 pasien dari 35 yang membutuhkan oksigen. Daftar pasien terlampir (berisi usia, diagnosis, prognosis).
Tugas Tim: Proses triase ulang, komunikasi krisis, keputusan alokasi oksigen (dengan justifikasi etik)
Metode Penilaian
Simulasi dan Laporan kegiatan
Indikator & Kriteria
Aspek Penilaian | Bobot | Indikator |
|---|---|---|
Kualitas keputusan saat simulasi | 40% | Ketepatan prioritas, kecepatan respons, koordinasi tim, kepatuhan pada protokol |
Kedalaman laporan refleksi | 35% | Analisis kritis, koneksi teori-praktik, kejujuran mengakui kesalahan |
Rencana perbaikan | 15% | Spesifik, terukur, relevan dengan peran sebagai manajer RS |
Penggunaan referensi | 10% | Merujuk pada HICS, etika bencana, dan literatur manajemen darurat |
Bentuk & Format Luaran
Setiap mahasiswa menulis laporan refleksi kritis maksimal 1000 kata dengan struktur:
Deskripsi peran dan keputusan utama yang diambil (20%)
Analisis kualitas keputusan berdasarkan teori manajemen bencana dan etika (30%)
Identifikasi 3 kesalahan/kelemahan dalam pengambilan keputusan (20%)
Rencana perbaikan kompetensi pribadi sebagai manajer RS dalam bencana (30%)
Pustaka Utama
Informasi Lainnya
Minggu ke-2
Sub-CPMK 1.1.2
Deskripsi Penilaian
Mahasiswa mampu menganalisis secara kritis setiap tahapan siklus manajemen bencana (pra-bencana, tanggap darurat, pasca bencana) beserta peran dan tanggung jawab rumah sakit di masing-masing tahap
Metode Penilaian
Rubrik Penilaian Tutorial
Indikator & Kriteria
Indikator | Kriteria | Bobot (%) |
|---|---|---|
Kelengkapan struktur laporan | 4: Semua bab lengkap dan sesuai format | 10% |
Kedalaman analisis pra-bencana | 4: Mengidentifikasi minimal 3 kebijakan mitigasi & kesiapsiagaan dengan bukti | 20% |
Kedalaman analisis tanggap darurat | 4: Menganalisis 4 aspek (HICS, triase, logistik, koordinasi) dengan contoh konkret | 25% |
Kedalaman analisis pasca bencana | 4: Menganalisis 3 aspek (rehabilitasi, recovery, evaluasi) | 20% |
Kualitas rekomendasi | 4: Rekomendasi SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) minimal 5 | 15% |
Penggunaan referensi | 4: Minimal 10 referensi relevan (jurnal, regulasi, buku) dengan sitasi yang benar | 10% |
Bentuk & Format Luaran
Laporan analisis dari kelompok
Pustaka Utama
Informasi Lainnya
Minggu ke-4
Laporan hasil diskusi Tutorial
Sub-CPMK 1.1.3
Deskripsi Penilaian
Rubrik penilaian tutorial
Metode Penilaian
Indikator & Kriteria
Kejelasan dan struktur referensi
Bentuk & Format Luaran
Bentuk: Laporan mahasiswa setelah mengikuti tutorial
Luaran : Dokumen, presentasi.
Pustaka Utama
Informasi Lainnya
Matriks Evaluasi & Penilaian
| Minggu | CPL | CPMK | Sub-CPMK | Bobot Sub-CPMK (%) | Indikator Penilaian | Bentuk Penilaian | Bobot CPMK (%) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
2
|
CPL 1 |
CPMK 1 .1
Mahasiswa mamahami Pengetahuan Tentang Konsep Manajemen Bencana, tahapan manajemen bencana, peran dan tanggung jawab rumah sakit. |
Sub-CPMK 1.1.2
Mahasiswa mampu menganalisis tahapan manajemen bencana. |
5%
|
Ketepatan identifikasi komponen kesiapan bencana dan kecepatan dan ketepatan memberikan response bancana |
Rubrik penilaian tutorial |
Total
10%
|
|
3
|
Sub CPMK 1.1.3
Mahasiswa mampu menganalisis peran dan tanggung jawab rumah sakit saat bencana |
5%
|
Mampu menganalisis dan menjelaskan koordinasi saat bencana dengan pihak Eksternal |
Rubrik penilaian Tutorial |
|||
|
4
|
CPL 2 |
CPMK 2.1
Evaluasi Kesiapan Tanggap Darurat |
Sub CPMK2.2.1
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep kesiapan tanggap darurat rumah sakit dan komponennya. |
10%
|
Menjelaskan Kesiapsiagaan bencana, mengidentifikasi kesiapan SDM, Sarana dan Logistik sera mampu menjelaskan standar akreditasi kesiagaan bencana |
Rubrik Tutorial |
Total
20%
|
|
5
|
Sub CPMK 2.2.2
Mahasiswa mampu melakukan evaluasi kesiapan tanggap darurat rumah sakit dan memberikan rekomendasi perbaikan. |
10%
|
|
Rubrik penilaian Tutorial |
|||
|
6
|
CPL 3 |
CPMK 3.1
Mahasiswa mengembangkan Hospital Disaster, Evaluasi Perbaikan dan berkelanjutan |
Sub CPMK 3.1.1
Mahasiswa mampu menyusun dan mengembangkan Hospital Disaster Plan yang komprehensif. |
20%
|
Mengukur ketercapaian CPMK 3.1 dan CPMK 2.1 |
Ketepatan.kelengkapan tehnis |
Total
30%
|
|
7
|
Sub CPMK 3.1.2
Mahasiswa mampu melakukan evaluasi perbaikan Hospital Disaster Plan dan merancang strategi keberlanjutan |
10%
|
|
Rubrik penilaian tutorial1 |
|||
|
8
|
CPL 5 |
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu menerapkan rencana Strategis Mitigasi Bencana, Analisis Kerentanan dan Risiko |
Sub CPMK 5.1.1
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar mitigasi bencana, analisis kerentanan, dan risiko dalam konteks rumah sakit. |
10%
|
|
Rubrik penilaian tutorial |
Total
40%
|
|
9
|
Sub CPMK 5.1.2
Mahasiswa mampu melakukan analisis kerentanan dan risiko rumah sakit terhadap bencana. |
10%
|
|
Rubrik penilaian Tutorial |
|||
|
10
|
Sub CPMK 5.1.3
Mahasiswa mampu menyusun rencana strategis mitigasi bencana berdasarkan hasil analisis kerentanan dan risiko |
20%
|
|
Kualitas rencana strategik tehnik: Presentasi final project |
|||
| Total Bobot Keseluruhan CPMK |
100%
|
||||||
Referensi
Pustaka Wajib (Utama)
REFERENSI UTAMA
World Health Organization (WHO). (2021). Hospital Emergency Response Checklist. Geneva: WHO.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2020). Pedoman Sistem Penanggulangan Bencana Berbasis Rumah Sakit. Jakarta: BNPB.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Standar Kesiapsiagaan Rumah Sakit Dalam Menghadapi Bencana. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Nasional Penanggulangan Krisis Kesehatan. Jakarta: Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Buku Rumah Sakit Aman Bencana (Safe Hospital). Jakarta: Kemenkes RI.
Reilly, M. & Markenson, D.S. (2019). Disaster Preparedness for Hospitals. Burlington: Jones & Bartlett.
Koenig, K.L. & Schultz, C.H. (2016). Koenig and Schultz's Disaster Medicine: Comprehensive Principles and Practices. Cambridge: Cambridge University Press.
Komite Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (KARS). (2019). Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi 1.1 â Bab Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) Standar 6 tentang Manajemen Bencana. Jakarta: KARS.
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. (2007). Lembaran Negara RI Tahun 2007 Nomor 66. Jakarta: Pemerintah RI.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2019 tentang Penanggulangan Krisis Kesehatan. (2019). Jakarta: Kemenkes RI.
Pustaka Pendukung (Tambahan)
Jurnal Internasional
Prehospital and Disaster Medicine. Cambridge: Cambridge University Press (WADEM).
Disaster Medicine and Public Health Preparedness. Cambridge: Cambridge University Press.
American Journal of Disaster Medicine. Weston: Weston Medical Publishing.
Buku Teks
Nurjanah, dkk. (2012). Manajemen Bencana. Bandung: Penerbit Nuansa.
Tim Kemenkes RI. (2023). Buku Ajar Keperawatan Kegawatdaruratan & Bencana. Jakarta: Kemenkes RI.
Veenema, T.G. (2018). Disaster Nursing and Emergency Preparedness. New York: Springer.
O'MathĂșna, D.P. (2018). Public Health Disasters: A Global Ethical Framework. Cham: Springer.
Regulasi
Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. (2009). Lembaran Negara RI Tahun 2009 Nomor 153. Jakarta: Pemerintah RI.
Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksana Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. (2021). Lembaran Negara RI Tahun 2021 Nomor 24. Jakarta: Pemerintah RI.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 40 Tahun 2022 tentang Persyaratan Teknis Bangunan, Prasarana, dan Peralatan Kesehatan Rumah Sakit. (2022). Jakarta: Kemenkes RI.
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1443 Tahun 2023 tentang Regionalisasi Pusat Bantuan Penanggulangan Krisis Kesehatan. (2023). Jakarta: Kemenkes RI.
Peraturan Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2018 tentang Sistem Penanggulangan Bencana. (2018). Jakarta: BNPB.
Pedoman dan Panduan
WHO Hospital Safety Index. Tersedia di: www.who.int/publications/i/item/hospital-safety-index
FEMA Hospital Emergency Management Program. Tersedia di: www.fema.gov
PAHO Safe Hospitals Program. Tersedia di: www.paho.org/en/safe-hospitals
UNDRR Terminology on Disaster Risk Reduction. Tersedia di: www.undrr.org
Kemenkes RI & WHO. Modul Pelatihan Emergency Medical Team (EMT).
Kemenkes RI & BNPB. Health Emergency Operation Center (HEOC) Guidelines.
Portal Data dan Berita
Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI: https://penanggulangankrisis.kemkes.go.id
ReliefWeb: reliefweb.int
EM-DAT International Disaster Database: www.emdat.be