Digitalisasi RS
Rencana Pembelajaran Semester (RPS)
Deskripsi Mata Kuliah
Informasi Umum
Dr. Elsye Maria Rosa, M.Kep
2026/2027
06 June 2026
Detail Deskripsi
Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan menganalisis, merancang, dan mengelola transformasi digital rumah sakit secara komprehensif dan terintegrasi. Ruang lingkup mata kuliah mencakup empat bahan kajian utama, yaitu: Digitalisasi Rumah Sakit berbasis Manajemen Risiko Digital (BK-16), Implementasi Sistem Informasi Rumah Sakit (BK-18), Manajemen Data dan Keamanan Informasi (BK-19), serta Sistem Manajemen Bangunan Rumah Sakit (BK-21).
Mahasiswa akan mempelajari bagaimana teknologi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi administrasi dan klinis, tetapi juga menimbulkan risiko baru (digital risk) yang harus dikelola secara sistematis. Fokus diberikan pada implementasi SIMRS yang terintegrasi, interoperabilitas data (HL7, FHIR), rekam medis elektronik (RME), serta pengelolaan siklus hidup data pasien. Aspek keamanan siber, perlindungan data pribadi (PDP), dan kepatuhan terhadap regulasi kesehatan juga menjadi perhatian utama. Selain itu, mata kuliah ini mengintegrasikan konsep smart hospital melalui Sistem Manajemen Bangunan Rumah Sakit (Building Management System) yang mencakup otomatisasi HVAC (pendingin ruangan/ventilasi), pencahayaan pintar, sistem keselamatan kebakaran, manajemen energi, hingga integrasi dengan sistem operasional rumah sakit.
Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu menyusun strategi digitalisasi rumah sakit yang aman, efisien, dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek manajemen risiko, tata kelola data, keamanan informasi, serta efisiensi bangunan dan fasilitas.
Materi Pembelajaran
|
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)
Daftar Seluruh CPL Prodi
Total 6 CPLMenganalisis teori dan konsep manajemen serta nilai Islam sebagai dasar pengambilan keputusan strategis di rumah sakit.
Mengevaluasi kinerja dan daya saing rumah sakit berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal berbasis bukti.
Merumuskan solusi terhadap masalah manajerial rumah sakit melalui kolaborasi lintas profesi dan pendekatan ilmiah.
Menyusun dan menyajikan hasil kajian ilmiah dalam format akademik, profesional, dan digital.
Menciptakan inovasi manajerial yang meningkatkan mutu dan efisiensi pengelolaan rumah sakit menuju smart hospital.
Mengembangkan sistem pelayanan berbasis teknologi untuk memperkuat efektivitas dan integrasi layanan rumah sakit.
CPL Terpilih
Menciptakan inovasi manajerial yang meningkatkan mutu dan efisiensi pengelolaan rumah sakit menuju smart hospital.
Mengembangkan sistem pelayanan berbasis teknologi untuk memperkuat efektivitas dan integrasi layanan rumah sakit.
Data CPL disinkronkan dari standar kurikulum Program Studi. Pastikan total bobot CPL pada mata kuliah ini mencapai 100%.
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
Pemetaan CPMK terhadap CPL
CPMK merupakan penjabaran dari CPL yang dibebankan pada mata kuliah ini. Tampilan bersifat read-only.
CPMK 5.1
Mampu merumuskan model layanan RS yang menghasilkan nilai tambah dalam pengelolaan unit khusus dan penunjang RS menuju smart hospital
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu mengevaluasi integrasi nilai Islam, karakteristik RS syariah dan BLU, manajemen risiko ISO 31000:2018, serta strategi ICT/IoT menuju Smart Hospital. |
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu mengidentifikasi tantangan, peluang, serta aspek regulasi dan etika dalam implementasi digitalisasi rumah sakit.
CPMK 5.2
Mahasiswa mampu merancang strategi penerapan teknologi digital di rumah sakit berbasis patient-centered care dan evidence-based management.
CPMK 5.1.
Mampu mengevaluasi efisiensi proses pelayanan dan kebutuhan teknologi rumah sakit menuju inovasi smart hospital.
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu menerapkan rencana Strategis Mitigasi Bencana, Analisis Kerentanan dan Risiko
CPMK 5.1
Mampu membangun komunikasi sebagai manajer/leader fasilitas pelayanan kesehatan dalam melakukan advokasi, negosiasi (mediasi) sehingga berhasil membangun kemitraan secara berkesinambungan dengan pemangku kepentingan
CPMK 5.2
Mampu menerapkan kepemimpinan dan manajemen perubahan dalam membangun serta mengelola rumah sakit, termasuk menganalisis kasus leadership secara terpadu untuk merumuskan rekomendasi kebijakan
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu menghasilkan nilai tambah dalam pengelolaan layanan primer yang berorientasi pada transformasi menuju smart hospital.
CPMK 5.1
Mengintegrasikan prinsip manajemen mutu, pemasaran strategis, dan inovasi teknologi untuk menciptakan nilai tambah dalam pengelolaan rumah sakit
CPMK 5.2
Merancang strategi inovatif yang mendukung pengembangan rumah sakit menuju smart hospital secara efektif dan berkelanjutan
CPMK 5.3
Mengembangkan model bisnis dan layanan berbasis digital untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi operasional rumah sakit
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu merancang model inovasi manajerial PPI yang terintegrasi dengan mutu, keselamatan pasien, dan akreditasi, guna meningkatkan efisiensi dan kinerja rumah sakit
CPMK 5.2
Mahasiswa mampu mengembangkan rancangan sistem PPI berbasis digital (misalnya surveilans HAIs, dashboard mutu, atau kebijakan PPI terintegrasi SIMRS) sebagai bagian dari implementasi smart hospital
CMPK 5.1
Mahasiswa mampu merancang inovasi manajerial berbasis entrepreneurship dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan mutu, efisiensi, akses layanan, pengalaman pasien, serta keberlanjutan rumah sakit.
CPMK 5.2
Mahasiswa mampu mengembangkan model program rumah sakit berbasis pemberdayaan masyarakat dan teknologi digital untuk mendukung transformasi menuju smart hospital.
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu menganalisis praktik pemasaran digital rumah sakit dan menyusun kajian ilmiah yang memuat identifikasi masalah, analisis data digital, pembahasan, dan rekomendasi perbaikan.
CPMK 5.2
Mahasiswa mampu mempresentasikan hasil kajian pemasaran digital rumah sakit
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu mengidentifikasi peluang inovasi manajerial untuk memperkuat implementasi standar akreditasi, Good Clinical Governance, mutu pelayanan, dan keselamatan pasien.
CPMK 5.2
Mahasiswa mampu merancang inovasi berbasis digital untuk mendukung akreditasi rumah sakit, seperti e-document akreditasi, dashboard indikator mutu, sistem pelaporan insiden, dan monitoring tindak lanjut perbaikan.
CPMK 5.4
Mahasiswa mampu merancang rekomendasi inovasi manajerial keuangan yang meningkatkan efisiensi, kendali biaya, mutu layanan, keberlanjutan keuangan, dan transformasi rumah sakit menuju smart hospital.
CPMK 5.1
Mengembangkan inovasi tata kelola dan digitalisasi untuk mendukung implementasi rumah sakit syariah
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu mengevaluasi dokumen akreditasi, mutu, keselamatan pasien, PPI, telusur lapangan, dan praktik tata kelola klinis/manajerial di rumah sakit
CPMK 6.1
Mampu menetapkan arah strategis pengembangan sistem dan infrastruktur pelayanan RS berbasis teknologi untuk mendukung efektivitas, integrasi, dan keberlanjutan layanan.
CPMK 6.1
Mahasiswa mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang digitalisasi rumah sakit Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), Rekam Medis Elektronik (EMR), serta integrasi data kesehatan di lapangan.
CMPK 6.2
Mahasiswa mampu mengevaluasi efektivitas penggunaan teknologi digital dalam mendukung keselamatan pasien, efisiensi operasional, dan pengambilan keputusan klinis maupun manajerial
CPMK 6.1
Mahasiswa mampu menyusun, mempresentasikan, dan mempertanggungjawabkan dokumen rencana strategis rumah sakit serta business plan atau feasibility study unit layanan rumah sakit secara profesional. |
CPMK 6.1
Mampu menerapkan literasi digital berbasis teknologi dalam pengembangan gagasan akademik bidang manajemen rumah sakit.
CPMK 6.1
Mahasiswa mampu merumuskan strategi pemasaran digital rumah sakit yang relevan dengan kebutuhan pasar, prioritas layanan, target pasien, kapasitas sumber daya, etika promosi kesehatan, dan tujuan manajerial rumah sakit.
CPMK 6.2
Mahasiswa mampu menyusun dan menyajikan rekomendasi program pemasaran digital rumah sakit dalam format akademik dan digital yang memuat prioritas program, indikator keberhasilan, kebutuhan sumber daya, risiko, serta rencana evaluasi.
CPMK 6.1
Mampu merancang rekomendasi pengembangan sistem pelayanan berbasis teknologi informasi berdasarkan hasil residensi untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan integrasi layanan rumah sakit.
Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (Sub-CPMK)
Sub-CPMK 5.1.1
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar digitalisasi rumah sakit, meliputi definisi, tujuan, ruang lingkup, serta manfaatnya dalam mendukung pelayanan kesehatan.
Sub-CPMK 5.1.2
Mahasiswa mampu menguraikan prinsip-prinsip Smart Hospital, termasuk pemanfaatan teknologi digital, integrasi sistem, dan orientasi pada peningkatan mutu layanan pasien.
Sub-CPMK 5.1.3
Mahasiswa mampu mengidentifikasi tantangan dan peluang implementasi digitalisasi rumah sakit, termasuk aspek teknologi, sumber daya manusia, organisasi, dan inovasi layanan
Sub-CPMK 5.1.4
Mahasiswa mampu menjelaskan aspek regulasi dan etika terkait digitalisasi rumah sakit, meliputi perlindungan data pasien, keamanan informasi, privasi, serta keadilan akses layanan.
Sub-CPMK 5.2.1
Mahasiswa mampu merumuskan strategi penerapan teknologi digital di rumah sakit yang berorientasi pada patient-centered care, termasuk kebutuhan pasien, alur pelayanan, dan pengalaman pengguna
Sub-CPMK 5.2.2
Mahasiswa mampu menyusun rencana implementasi teknologi digital berbasis evidence-based management, dengan mempertimbangkan data, bukti ilmiah, serta evaluasi kinerja organisasi rumah sakit.
Sub-CPMK 6.1.1
Mahasiswa mampu menganalisis fungsi dan peran SIMRS serta EMRÂ dalam meningkatkan efisiensi administrasi, mutu pelayanan klinis, dan keselamatan pasien
Sub-CPMK 6.1.2
Mahasiswa mampu mengevaluasi mekanisme integrasi data kesehatan antar sistem untuk mendukung interoperabilitas, koordinasi layanan, dan pengambilan keputusan berbasis data
Sub-CPMK 6.1.3
Mahasiswa mampu mengobservasi dan mendeskripsikan alur penerapan SIMRS/EMR di rumah sakit mitra secara sistematis.
Sub-CPMK 6.1.4
Mahasiswa mampu menganalisis hasil observasi SIMRS/EMR untuk menilai kesesuaian dengan standar regulasi, kebutuhan pelayanan kesehatan, dan indikator mutu rumah sakit.
Sub-CPMK 6.4.1
Mahasiswa mampu menilai efektivitas teknologi digital dalam meningkatkan keselamatan pasien dan efisiensi operasional rumah sakit melalui analisis data dan indikator kinerja.
Sub-CPMK 6.4.2
Mahasiswa mampu mengevaluasi pemanfaatan teknologi digital sebagai dasar pengambilan keputusan klinis dan manajerial yang berbasis bukti (evidence-based decision making).
Rencana Kegiatan Pembelajaran
Distribusi capaian, metode, dan penilaian selama 1 semester
|
Minggu ke |
Kemampuan Akhir (Sub-CPMK) |
Penilaian |
Bentuk / Strategi Pembelajaran (Metode & Tugas) |
Materi Pembelajaran |
Bobot Penilaian (%) |
||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Indikator | Kriteria & Teknik | Luring | Daring | ||||||
|
1
|
Sub-CPMK 5.1.1
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar digitalisasi rumah sakit, meliputi definisi, tujuan, ruang lingkup, serta manfaatnya dalam mendukung pelayanan kesehatan. |
Kejelasan dan relevansi dalam menjelaskan manfaat digitalisasi rumah sakit terhadap mutu pelayanan kesehatan |
Kriteria: ketepatan konsep, kelengkapan isi, kejelasan argumen. Teknik: kuis awal, presentasi kelompok kecil, dan tanya jawab kelas |
Tugas individu: rangkuman artikel tentang digitalisasi RS |
|
1. Konsep Dasar Digitalisasi Rumah Sakit 2. Tujuan Digitalisasi Rumah Sakit 3. Ruang Lingkup Digitalisasi Rumah Sakit
4. Manfaat Digitalisasi Rumah Sakit 5. Isu & Tantangan Awal Digitalisasi (sebagai pengantar untuk minggu berikutnya) Materi Pustaka: 1. WHO. (2021). Global Strategy on Digital Health 2020–2025. 2. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 82 Tahun 2013 tentang SIMRS. 3. Artikel jurnal tentang Smart Hospital dan digitalisasi rumah sakit. |
0%
|
||
|
2
|
Sub-CPMK 5.1.2
Mahasiswa mampu menguraikan prinsip-prinsip Smart Hospital, termasuk pemanfaatan teknologi digital, integrasi sistem, dan orientasi pada peningkatan mutu layanan pasien. |
|
|
1. Observasi fasilitas digital di rumah sakit terdekat (misalnya sistem antrian, self-service kiosk, aplikasi pasien). 2. Wawancara singkat (informal) dengan petugas/teman sejawat tentang pengalaman menggunakan aplikasi RS. 3. Dokumentasi foto/diagram alur layanan berbasis digital (jika memungkinkan). |
|
|
0%
|
||
|
3
|
Sub-CPMK 6.1.1
Mahasiswa mampu menganalisis fungsi dan peran SIMRS serta EMRÂ dalam meningkatkan efisiensi administrasi, mutu pelayanan klinis, dan keselamatan pasien |
|
Kriteria: ketepatan analisis, kejelasan argumen, keterkaitan dengan praktik. Teknik: studi kasus daring, kuis, tugas analisis artikel. |
1. Mencatat hambatan yang diceritakan tenaga kesehatan terkait penggunaan SIM RS/EMR |
1. Kuliah sinkron tentang fungsi & peran SIMRS/EMR. 2. Forum di Myklass: membandingkan implementasi SIMRS/EMR antar RS. 3. Tugas kelompok: tabel analisis SIMRS vs EMR |
ď‚·Â Jurnal
Adler-Milstein, J., et al. (2017). Electronic health record adoption and health care quality: Evidence from hospital performance. Health Affairs |
5%
|
||
|
4
|
Sub-CPMK 6.1.2
Mahasiswa mampu mengevaluasi mekanisme integrasi data kesehatan antar sistem untuk mendukung interoperabilitas, koordinasi layanan, dan pengambilan keputusan berbasis data |
1. Ketepatan dalam menjelaskan konsep integrasi data. 2. Kejelasan dalam menguraikan interoperabilitas dan koordinasi layanan. 3. Kritis dalam menilai peran integrasi data terhadap pengambilan keputusan. |
1. Kriteria: ketepatan konsep, kejelasan penjelasan, kemampuan evaluasi kritis. 2. Teknik: diskusi studi kasus daring, presentasi kelompok, kuis. |
Tugas individu: mini-essay tentang interoperabilitas. |
1. Kuliah sinkron + tanya jawab. 2. Diskusi kelompok: studi kasus integrasi SIMRS–BPJS–Lab. |
|
15%
|
||
|
5
|
Sub-CPMK 5.1.3
Mahasiswa mampu mengidentifikasi tantangan dan peluang implementasi digitalisasi rumah sakit, termasuk aspek teknologi, sumber daya manusia, organisasi, dan inovasi layanan |
|
|
observasi lapangan sederhana (RS/lab), wawancara singkat dengan staf tentang hambatan digitalisasi. |
Kuliah interaktif, forum LMS analisis kasus, tugas ringkas tentang tantangan digitalisasi RS. |
Materi Pembelajaran
Pustaka Kruse et al. (2016). Barriers to Electronic Health Record Adoption. |
10%
|
||
|
6
|
Sub-CPMK 5.2.1
Mahasiswa mampu merumuskan strategi penerapan teknologi digital di rumah sakit yang berorientasi pada patient-centered care, termasuk kebutuhan pasien, alur pelayanan, dan pengalaman pengguna |
|
|
|
kuliah interaktif, forum diskusi strategi digital PCC, tugas kelompok membuat konsep strategi |
Bahan Pustaka Epstein, R. M., & Street, R. L. (2011). Patient-Centered Care and Communication in Healthcare. Video: Patient-Centered Care Explained |
10%
|
||
|
7
|
Sub-CPMK 5.2.2
Mahasiswa mampu menyusun rencana implementasi teknologi digital berbasis evidence-based management, dengan mempertimbangkan data, bukti ilmiah, serta evaluasi kinerja organisasi rumah sakit. |
|
|
|
|
Materi Pembelajaran: 1. Prinsip evidence-based management dalam transformasi digital RS. 2.Studi kasus: Implementasi digital hospital di Medipol University Hospital. 3. Perencanaan berbasis data: indikator mutu RS (BOR, LOS, kepuasan pasien). 4. Strategi monitoring dan evaluasi setelah implementasi digitalisasi. Materi Pustaka:
 Video: Smart Hospital Transformation – Medipol University Hospital (jika tersedia atau diganti link resmi Medipol). |
15%
|
||
|
8
|
Sub-CPMK 6.1.3
Mahasiswa mampu mengobservasi dan mendeskripsikan alur penerapan SIMRS/EMR di rumah sakit mitra secara sistematis. |
|
Kriteria: sistematis, detail, sesuai kondisi lapangan. Teknik: laporan observasi, diskusi kelas, presentasi singkat. Field Site Teaching online |
Studi dokumen/brosur RS tentang digitalisasi |
|
Pustaka:
|
10%
|
||
|
9
|
Sub-CPMK 6.1.4
Mahasiswa mampu menganalisis hasil observasi SIMRS/EMR untuk menilai kesesuaian dengan standar regulasi, kebutuhan pelayanan kesehatan, dan indikator mutu rumah sakit. |
|
Kriteria: argumentasi logis, berbasis data & regulasi, kritis. Teknik: laporan analisis kelompok, presentasi Zoom, refleksi individu. |
|
|
Pustaka:
|
15%
|
||
|
10
|
Sub-CPMK 6.4.1
Mahasiswa mampu menilai efektivitas teknologi digital dalam meningkatkan keselamatan pasien dan efisiensi operasional rumah sakit melalui analisis data dan indikator kinerja. |
|
|
|
|
Pustaka
|
10%
|
||
|
12
|
Sub-CPMK 6.4.2
Mahasiswa mampu mengevaluasi pemanfaatan teknologi digital sebagai dasar pengambilan keputusan klinis dan manajerial yang berbasis bukti (evidence-based decision making). |
|
|
|
|
Pustaka
|
10%
|
||
| Total Bobot Penilaian | 100% | ||||||||
Daftar Tugas & Penilaian
Minggu ke-6
Authentic assessment – Publikasi di platform UGC (User Generated Content)
Sub-CPMK 5.1.1
Sub-CPMK 5.1.2
Sub-CPMK 5.1.3
Sub-CPMK 5.1.4
Deskripsi Penilaian
Mahasiswa menulis artikel reportase/ilmiah populer (700-1000 kata) tentang salah satu tema digitalisasi RS (AI, Big Data, Automasi, Digital Twin, Keamanan Data, SatuSehat, SMART Hospital, Transformasi SDM, atau Startup/Inovasi Digital). Artikel wajib dipublikasikan di platform seperti Kompasiana, Kumparan, Detik, Mojok, dll.
Metode Penilaian
Link artikel yang sudah terpublikasi + screenshot sebagai bukti. Penilaian dijelaskan secara rinci pada jawaban sebelumnya (5 aspek: relevansi tema 25%, orisinalitas 25%, kualitas penulisan & atribusi 30%, referensi 10%, ketepatan waktu 10%)
Indikator & Kriteria
Relevansi tema & judul menarik | Tema sesuai 9 pilihan (AI, Big Data, Automasi, Digital Twin, Keamanan Data, SatuSehat, SMART Hospital, Transformasi SDM, Startup RS). Judul provokatif, unik, menarik pembaca awam |
Gaya penulisan populer | Bahasa mudah dipahami publik awam, mengalir, menggunakan analogi, mempertahankan minat baca |
Orisinalitas & kedalaman analisis | Mengandung insight kritis, hasil observasi lapangan/wawancara, bukan sekadar mengulang berita. Analisis menyentuh aspek manajerial/klinis/dampak mutu |
Bentuk & Format Luaran
Nama mahasiswa, Prodi MARS UMY, backlink https://mars.umy.ac.id/ di paragraf awal, referensi minimal 3 sumber kredibel
Pustaka Utama
Jalali, M. S., & Kaiser, J. P. (2018). Cybersecurity in hospitals: A systematic, organizational perspective. Journal of Medical Internet Research, 20(5), e10059.
Kruse, C. S., et al. (2016). Evaluating barriers to adopting telemedicine worldwide: A systematic review. Journal of Telemedicine and Telecare, 24(1), 4-12.
Argaw, S. T., et al. (2020). Cybersecurity of hospitals: A systematic literature review. Health Policy and Technology, 9(4), 565-577.
Al-Karawi, J., & Al-Hashimi, M. (2021). Smart hospital building management system using IoT. International Journal of Advanced Computer Science and Applications, 12(6), 189-195.
Sittig, D. F., & Singh, H. (2016). A new sociotechnical model for studying health information technology in complex adaptive healthcare systems. Quality & Safety in Health Care, 21(1), 45-52.
Informasi Lainnya
Minggu ke-3
Mini laporan (1-2 halaman) tentang hambatan penggunaan SIMRS/EMR
Sub-CPMK 6.1.3
Deskripsi Penilaian
Mahasiswa mencatat hambatan yang diceritakan tenaga kesehatan terkait penggunaan SIMRS/EMR, kemudian menyusun mini laporan
Metode Penilaian
Upload laporan ke LMS
Indikator & Kriteria
Bentuk & Format Luaran
Pustaka Utama
Informasi Lainnya
Minggu ke-9
Tugas kelompok + observasi lapangan (Field Site Teaching online)
Deskripsi Penilaian
Mahasiswa secara berkelompok (3-4 orang) melakukan observasi terhadap alur penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan Rekam Medis Elektronik (EMR) di rumah sakit mitra. Observasi dapat dilakukan melalui:
Kunjungan lapangan ke RS mitra
Paparan daring dari pihak RS mitra yang diundang dosen
Demo SIMRS yang diselenggarakan melalui Zoom/Meet
Studi dokumentasi brosur, panduan, atau materi resmi RS tentang digitalisasi
Mahasiswa mendeskripsikan secara sistematis alur kerja SIMRS/EMR, mencakup:
Seluruh tahapan alur pasien dari pendaftaran hingga pulang
Aktor/role yang terlibat (petugas pendaftaran, perawat, dokter, laboran, apoteker, kasir, dll.)
Teknologi yang digunakan (software, hardware, perangkat pendukung)
Modul SIMRS yang digunakan (pendaftaran, IGD, rawat inap, rawat jalan, laboratorium, radiologi, farmasi, keuangan, e-claim, dll.)
Tantangan atau hambatan yang diamati
Metode Penilaian
Portofolio + analisis dokumen.
Indikator & Kriteria
No | Indikator | Bobot | Skor Maksimal |
|---|---|---|---|
1 | Sistematika deskripsi alur SIMRS/EMR | 25% | 25 poin |
2 | Kelengkapan identifikasi aktor & modul | 20% | 20 poin |
3 | Kualitas diagram alur (flowchart) | 20% | 20 poin |
4 | Kejelasan dokumentasi (foto/screenshot) | 15% | 15 poin |
5 | Kedalaman identifikasi tantangan | 20% | 20 poin |
Bentuk & Format Luaran
PDF (laporan) + JPEG/PNG (diagram):
• Identitas kelompok
• Profil RS mitra (anonim: RS Mitra X)
• Metode observasi
• Deskripsi alur SIMRS/EMR
• Aktor yang terlibat (dokter, perawat, admisi, farmasi, lab, dll.)
• Teknologi yang digunakan
• Dokumentasi (screenshot sistem jika diizinkan)
• Diagram alur (flowchart)
• Tantangan yang diamati
• Kesimpulan awal
Pustaka Utama
Informasi Lainnya
Minggu-12
Portofolio reflektif berbasis pengalaman kerja nyata. Waktu pengerjaan 14 hari (2 minggu)
Sub-CPMK 5.1.4
Sub-CPMK 6.1.2
Sub-CPMK 6.2.2
Deskripsi Penilaian
Tulis jawaban Anda dalam bentuk laporan portofolio maksimal 15 halaman
Setiap jawaban WAJIB berdasarkan pengalaman nyata di RS tempat Anda bekerja/magang
Jika Anda tidak bekerja di RS, gunakan RS terdekat yang dapat Anda observasi (dengan izin)
DILARANG KERAS menggunakan ChatGPT, Gemini, Copilot, atau AI sejenis
Sertakan bukti dokumentasi (foto, screenshot, catatan wawancara) yang dapat diverifikasi
Tandatangani Surat Pernyataan Keaslian yang telah disediakan
Metode Penilaian
SOAL 1: AUDIT KESENJANGAN DIGITALISASI (Bobot 25%)
Latar Belakang Berdasarkan Pengalaman Anda
Gunakan RS tempat Anda bekerja atau melakukan observasi sebagai objek analisis. Jika Anda belum pernah bekerja di RS, lakukan observasi minimal 3 hari di RS terdekat (dengan izin resmi).
Pertanyaan:
Identifikasi minimal 5 proses bisnis di RS Anda yang masih berjalan secara manual atau semi-digital. Deskripsikan alur proses tersebut secara rinci!
Bandingkan alur manual tersebut dengan standar digitalisasi yang diamanatkan dalam Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis Elektronik! Apa saja yang belum sesuai?
Buatlah matriks kesenjangan (gap analysis) dengan format berikut:
Berikan prioritas perbaikan berdasarkan tingkat urgensi dan dampak terhadap keselamatan pasien!
Data yang Wajib Disertakan:
Nama RS (boleh anonim: RS X), tipe RS, akreditasi, jumlah tempat tidur
Foto atau screenshot proses manual yang diidentifikasi (jika diizinkan)
Hasil wawancaya singkat dengan minimal 2 staf RS tentang kendala yang mereka alami
SOAL 2: ANALISIS RISIKO DIGITAL (Bobot 25%)
Berdasarkan hasil identifikasi pada Soal 1
Pertanyaan:
Identifikasi minimal 5 risiko digital yang mungkin timbul dari proses manual atau semi-digital yang Anda identifikasi di Soal 1. Gunakan pendekatan BK-16 (Manajemen Risiko Digital) !
Buatlah Risk Register dengan format berikut:
SOAL 3: ANALISIS KESIAPAN IMPLEMENTASI SIMRS/EMR (Bobot 25%)
Berdasarkan kondisi nyata RS Anda
Pertanyaan:
Apa SIMRS yang saat ini digunakan di RS Anda? Sebutkan nama vendor, modul yang aktif, dan tahun implementasi!
Lakukan analisis kesiapan menggunakan framework HIMSS EMRAM (Electronic Medical Record Adoption Model) tingkat 0-7. Di tingkat berapa RS Anda saat ini? Jelaskan alasannya berdasarkan bukti!
Identifikasi 3 hambatan terbesar yang menyebabkan RS Anda belum mencapai tingkat yang lebih tinggi! (Aspek: teknologi, SDM, anggaran, regulasi, atau kepemimpinan)
Rancang rencana aksi (action plan) 6 bulan untuk mengatasi 1 hambatan prioritas yang Anda identifikasi! Format rencana aksi:
SOAL 4: RENCANA PERBAIKAN KEAMANAN DATA (Bobot 25%)
Berdasarkan kondisi nyata RS Anda
Pertanyaan:
Apa saja kebijakan keamanan data yang saat ini diterapkan di RS Anda? Sebutkan minimal 3 kebijakan dan evaluasi efektivitasnya!
Identifikasi minimal 3 kerentanan (vulnerability) dalam sistem pengelolaan data pasien di RS Anda! (Contoh: akses tanpa autentikasi dua faktor, tidak ada backup rutin, tidak ada audit log)
Bandingkan kondisi keamanan data RS Anda dengan ketentuan dalam UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) ! Apa saja yang belum dipenuhi?
Rancang 3 rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan keamanan data di RS Anda! Setiap rekomendasi harus:
Spesifik dan terukur
Memiliki estimasi biaya (rendah/sedang/tinggi)
Memiliki timeline implementasi
Menyebutkan pihak yang bertanggung jawab
Data yang Wajib Disertakan:
Dokumentasi form informed consent digital (jika ada)
Hasil wawancara dengan petugas rekam medis tentang prosedur keamanan data
Contoh format audit log yang digunakan (jika ada)
Indikator & Kriteria
Indicator:
1. Keaslian & orisinalitas (tidak menggunakan AI, berdasarkan data nyata)
Kedalaman analisis (Soal 1: audit kesenjangan)
Kualitas risk register & mitigasi (Soal 2: manajemen risiko)
Kesiapan implementasi & action plan (Soal 3: SIMRS/EMR)
Kualitas rekomendasi keamanan data (Soal 4)
Kelengkapan bukti verifikasi lapangan
Bentuk & Format Luaran
BUKTI VERIFIKASI LAPANGAN (WAJIB DISERTAKAN)
No | Jenis Bukti | Keterangan |
|---|---|---|
1 | Foto observasi | Minimal 3 foto proses manual/digital di RS dengan caption |
2 | Catatan wawancara | Minimal 2 narasumber (staf RS), disertai nama/inisial, jabatan, tanggal |
3 | Dokumen pendukung | Contoh: form kertas, screenshot SIMRS (data diblur), kebijakan tertulis |
4 | Logbook observasi | Catatan harian kegiatan observasi selama minimal 3 hari |
Pustaka Utama
Informasi Lainnya
Matriks Evaluasi & Penilaian
| Minggu | CPL | CPMK | Sub-CPMK | Bobot Sub-CPMK (%) | Indikator Penilaian | Bentuk Penilaian | Bobot CPMK (%) | |||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
6
|
CPL 5 |
CPMK 5.1
Mahasiswa mampu mengidentifikasi tantangan, peluang, serta aspek regulasi dan etika dalam implementasi digitalisasi rumah sakit. |
Sub-CPMK 5.1.4
Mahasiswa mampu menjelaskan aspek regulasi dan etika terkait digitalisasi rumah sakit, meliputi perlindungan data pasien, keamanan informasi, privasi, serta keadilan akses layanan. |
50%
|
|
|
Total
50%
|
|||||||||||||||||||||||||||||
| Total Bobot Keseluruhan CPMK |
50%
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
Referensi
Pustaka Wajib (Utama)
World Health Organization. (2021). Global strategy on digital health 2020–2025. WHO.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013 tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis.
Shortliffe, E. H., & Cimino, J. J. (2014). Biomedical informatics: Computer applications in health care and biomedicine (4th ed.). Springer.
Kovner, A. R., & D’Aunno, T. (2017). Evidence-based management in healthcare. Springer.
Kim, J., Lee, J., & Park, S. Y. (2021). Smart hospital transformation: Improving patient-centered care through digitalization. International Journal of Medical Informatics, 149, 104431. https://doi.org/10.1016/j.ijmedinf.2021.104431
Kruse, C. S., Stein, A., Thomas, H., & Kaur, H. (2018). The impact of electronic health records on patient safety: A systematic review. BMJ Open, 8(8), e019643. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2017-019643
Bates, D. W., & Singh, H. (2018). Two decades since To Err Is Human: Progress in patient safety. New England Journal of Medicine, 379(26), 2559–2568. https://doi.org/10.1056/NEJMms1805741
Pustaka Pendukung (Tambahan)
    Epstein, R. M., & Street, R. L. (2011). Patient-centered care and communication in healthcare. Oxford University Press.
Topol, E. (2019). Deep medicine: How artificial intelligence can make healthcare human again. Basic Books.
Porter, M. E. (2010). What is value in health care? New England Journal of Medicine, 363(26), 2477–2481. https://doi.org/10.1056/NEJMp1011024
Rahimi, B., Nadri, H., Lotfnezhad Afshar, H., & Timpka, T. (2018). The impact of interoperability of electronic health records on healthcare quality: A systematic review. Journal of Medical Systems, 42(12), 227. https://doi.org/10.1007/s10916-018-1081-9
Mandel, J. C., Kreda, D. A., Mandl, K. D., Kohane, I. S., & Ramoni, R. B. (2016). SMART on FHIR: A standards-based, interoperable apps platform for electronic health records. Journal of the American Medical Informatics Association, 23(5), 899–908. https://doi.org/10.1093/jamia/ocv189
HL7 International. (2021). FHIR overview. https://www.hl7.org/fhir/overview.html
Hossain, M. S., & Muhammad, G. (2020). Healthcare big data voice pathology assessment framework. IEEE Access, 8, 213037–213045. https://doi.org/10.1109/ACCESS.2020.3039854
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Integrasi Sistem Informasi Kesehatan Nasional.
Video – Siemens Healthineers. (2020). What is a Smart Hospital? [YouTube]. https://www.youtube.com/watch?v=6us8DqVg9sM
Video – Healthcare IT Today. (2019). Electronic medical records explained. [YouTube]. https://www.youtube.com/watch?v=AzN9Hj6rKf8
Video – HIMSS TV. (2020). Interoperability in healthcare. [YouTube]. https://www.youtube.com/watch?v=KjH2cbxFh7A